in

Lakukan Inspeksi, Bupati dan Dandim Masih Temukan Pusat Perbelanjaan Langgar PPKM Darurat

Bupati Tegal Umi Aziah bersama Dandim 0712 Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar dan jajaran, melakukan inspeksi ke tempat-tempat usaha dan perkantoran yang bergerak di sektor esensial. (Foto : Tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Bupati Tegal Umi Azizah menegaskan bahwa kesuksesan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Kabupaten Tegal yang masuk kriteria Level 3, tergantung kepada kerja sama semua pihak, bukan hanya Tim Satgas Covid-19.

Karena itu dia meminta semua pihak berperan dalam upaya menekan angka kasus penyebaran Covid-19 itu.

Penegasan itu disampaikan Bupati Tegal, Umi Azizah, ketika bersama Dandim 0712 Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar dan jajaran, melakukan inspeksi ke tempat-tempat usaha dan perkantoran yang masuk kategori sektor esensial, belum lama ini. Inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan semua perusahaan dan perkantoran melaksanakan PPKM Darurat.

Inspeksi dilakukan di empat tempat berbeda, salah satunya kantor PT BRI Unit Slawi. Di tempat itu, rombongan tidak menemukan adanya pelanggaran. Bank tersebut hanya mempekerjakan karyawan sebanyak 50 persen dari kapasitas. Adapun sisanya melaksanakan Work From Home (WFH).

Bupati Tegal berharap, untuk manajer dan semua karyawan lebih waspada dan meningkatkan kualitas penerapan protokol kesehatan. Dari hulu ke hilir, mulai dari tempat cuci tangan, pintu masuk, dan ruang tunggu, semuanya harus sesuai standar protokol kesehatan.

Kemudian inspeksi berlanjut ke kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Tegal. Di instansi itu pun tidak temukan pelanggaran aturan PPKM darurat, semuanya dilaksanakan dengan baik,

Selain Sidak ke kantor BRI dan PMPTSP Tim juga sidak ke PT Gopek Cipta Utama, di Jalan Kapten Pierre Tendean  Nomor 5 Slawi. Di salah satu perusahaan teh di Slawi ini, tim disambut pimpinan perusahaan tersebut dan dilanjutkan dengan pengecekan operasi karyawan sesuai ketentuan aturan PPKM darurat,

Dandim  0712 Tegal  Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, selaku Wakil Ketua Gugus Tugas, menyampaikan apresiasi pada pimpinan perusahaan dan seluruh karyawan, yang telah menerapkan ketentuan aturan PPKM Darurat dan protokol kesehatan dengan baik. Di tempat itu, karyawan sudah mengenakan masker standar, menjaga jarak dalam bekerja, dan menyediakan tempat cuci tangan.

Ketika meninjau pusat perbelanjaan Basa Toserba Banjaran, tim mendapati adanya alat cuci tangan yang rusak dan belum diperbaiki. Pusat perbelanjaan itu juga tidak hanya menyediakan sembako dan barang-barang yang tidak masuk dalam sektor esensial, serta masih ada permainan anak-anak yang beroperasi.

Dengan adanya temuan tersebut, Dandim 0712 menegur manajer Basa, untuk segera memperbaiki tempat cuci tangan agar sesuai standar. Dandim juga meminta agar pusat perbelanjaan tersebut, untuk sementara tidak menjual barang-barang yang bukan masuk sektor esensial. Dengan pembatasan tersebut, jumlah karyawan yang bertugas dapat dikurangi, agar sesuai ketentuan PPKM Darurat.

“Perusahaan yang masuk sektor esensial bukan berarti tidak disidak atau tidak dilakukan pengawasan. Tetap akan kami periksa atau awasi. Malah justru lebih ketat pengawasanya di masa PPKM Darurat. Kalau mereka melanggar prokes, bukan hanya ditegur, tetapi bisa kami beri sanksi,” kata dia. (HS-08)

Share This

Produksi Oksigen Samator Terhenti Karena Listrik Padam, Ganjar Langsung Turun Tangan

Penyekatan Check Point PPKM Darurat di Depan Plaza Pragola Pati, Petugas Gabungan Hentikan 33 Kendaraan