in

Laksanakan KKN, Mahasiswa UPGRIS Tanam Pohon di Sekitar Embung Desa Jepangrejo Blora

Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah, melaksanakan penanaman pohon di Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, baru-baru ini. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), bekerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah  I Jawa Tengah, melaksanakan penanaman pohon di Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora, baru-baru ini.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Hijau Bumiku Lestari Lingkunganku” ini, para mahasiswa dan warga menanam pohon di sekitar embung atau sambongan Desa Jepangrejo.

Petugas dari Cabang Dinhut Wilayah I Jawa Tengah, Rudi menjelaskan kegiatan penanaman pohon ini, dilakukan untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan.

Menurut dia, saat ini tutupan vegetasi kian menipis, sehingga mengakibatkan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan juga makin banyak terjadi.

Selain itu berkurangnya vegetasi yang menjadi “paru-paru” dunia, juga mengakibatkan makin banyak kandungan karbondioksida (CO2) di atmosfer. Hal ini berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Karena itu, dengan semakin banyak pepohonan ditanam, semakin banyak pula CO2 yang diserap, sehingga mengurangi dampak perubahan iklim.

Penghijauan semacam ini, juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat, untuk menjaga kelestarian sumber pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.

Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran semua pihak, agar mau menanam dan memelihara pohon, sebagai bagian dari sikap atau budaya bangsa yang melekat pada kehidupan sehari-hari.

Dia berharap pohon-pohon yang ditanam ini, kelak dapat tumbuh bagus. Dengan begitu air hujan tidak langsung turun ke tanah, melainkan terlebih dulu ditangkap oleh dedaunan.

Dengan demikian dapat memberikan kesempatan pada tanah, untuk menyerap air, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir dan longsor.

“Jadi kalau musim hujan, ketika pohon-pohon subur bagus, tidak terjadi longsor serta banjir dan ketika musim kemarau tidak kekeringan,” kata Rudi, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Sementara itu Didik Warsono, Koordinator KKN UPGRIS Jepangrejo mengatakan menanam bukan hanya sekedar memindahkan bibit untuk ditancapkan pada hamparan tanah.

Tapi juga menanam rasa cinta pada apa yang kita tanam, memupuknya, merawatnya, hingga kelak kan menuai hasilnya.

“Kalaupun bukan kita, anak cucu kitapun berhak untuk merasakannya. Karena jika kita berpikir untuk satu tahun ke depan, maka semailah sebiji benih. Jika kita berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, maka tanamlah sebatang pohon,” ungkapnya.

Kegiatan itu mendapat respon dari warga Jepangrejo. “Penanaman pohon ini nantinya bisa menanggulangi bencana kekeringan saat musim panas karena di daerah Jepangrejo sendiri peresapan air sangat kurang,” kata Slamet, warga Jepangrejo. (HS-08)

Gaya Simpel yang Melambungkan Traore

SDN 1 Rempoah dan Kutasari Juara Pesta Siaga Kwarran Baturraden Banyumas