in

Kutuk Keras Pelaku Pembunuhan Iwan Boedi, Wali Kota Semarang Minta Polisi Usut Tuntas

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

 

HALO SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif kasus pembunuhan terhadap salah satu pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Iwan Boedi Prasetijo Paulus (51), yang jenazahnya ditemukan terbakar di semak-semak, di Kawasan Pantai Marina, Kamis (8/9/2022).

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, menyusul telah keluarnya hasil tes Asam deoksiribonukleat atau dikenal DNA jenazah dari korban, yang ternyata identik dengan DNA putri Iwan Boedi.

Wali Kota Semarang mendapatkan kepastian bahwa jenazah itu adalah sosok Iwan Boedi dari Kapolrestabes.

“Pak Kapolrestabes telah mengirim pesan kepada saya, hasil DNA putri almarhum Iwan Budi sama dengan jenazah yang ditemukan. Jadi, kata Pak Kapolrestabes itu bisa dipastikan yang terbakar adalah saudara Iwan Budi,” kata Hendrar Prihadi, Kamis (15/9/2022).

Wali Kota Semarang yang kerap disapa Hendi itu, juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah tersebut, sembari mengungkapkan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras pelakunya.

Hendi juga mengungkapkan keheranannya, kenapa pelaku sampai membunuh dan membakar Iwan Budi. Hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui secara persis, persoalan yang dialami pegawai Bapenda tersebut.

“Kalau pelakunya sudah tertangkap, pasti terbuka nih motifnya kenapa. Apakah benar seperti yang disampaikan di banyak media terkait saksi kunci kasus korupsi atau ada problematika yang lain. Nanti biar Pak Polisi yang melakukan proses penyidikan dan menangkap pelakunya,” kata Hendi.

Menanggapi isu korupsi yang menyeret Iwan Budi sebagai saksi, Hendi menyatakan, pegawainya itu merupakan sosok yang baik di lingkungan kerja, rajin beribadah di gereja, murah senyum, dan rendah hati.

Hingga saat ini, dia belum bisa memastikan apakah terbunuhnya Iwan Budi berkaitan dengan kasus korupsi tersebut.

Maka itu masyarakat tak perlu menduga-duga, dan menunggu keterangan resmi dari kepolisian.

“Jadi, sampai hari ini saya belum berpikir apakah Iwan Budi memang benar-benar terkait hal itu (korupsi-Red). Sekali lagi, penentunya Pak Polisi yang menangkap pelaku. Kalau bisa ditangkap tentu saja kita tidak perlu menduga-duga. Kita bisa dapat jawabannya setelah Pak Polisi kerja keras menangkap pelaku,” kata Hendi.

Seperti diketahui, jajaran kepolisian dari tim Puslabfor Mabes Polri untuk memastikan identitas korban dengan melakukan tes DNA jasad korban tersebut menggunakan lima sampel.

Di antaranya, tulang iga korban, tulang clavicula (enthong), sampel dua DNA anak Iwan Boedi.

Selain itu, ditemukan  barang milik Iwan Boedi di tempat kejadian perkara, di antaranya seperti pelat nomor kendaraan, dan name tag korban. (Yulianto)

Bisa untuk Beli Solar, Nelayan Kendal Akui Manfaat Kartu E-Pas Kecil

Tuntut Kesejahteraan, Ratusan Ojol Demo di Kantor Gubernur Jateng