in

Kunjungi UDD PMI, Bupati Cek Kesiapan Alat Plasma Konvalesen

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ketika mengunjungi UTD PMI Kabupaten Pekalongan di Jl Raya Karanganyar Nomor 10, Mlatensatu, Karangsari, Kecamatan Karanganyar. Peninjauan itu untuk mengecek kesiapan alat plasma konvalesen. (Foto : Pekalongankab.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM berharap agar alat pemisah darah plasma konvalesen di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Pekalongan, bisa segera berfungsi optimal. Para penyintas Covid-19 yang memenuhi syarat diharapkan juga bersedia menjadi donor.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM, berkaitan dengan kunjungannya ke UTD PMI Kabupaten Pekalongan di Jl Raya Karanganyar Nomor 10, Mlatensatu, Karangsari, Kecamatan Karanganyar.

Peninjauan itu untuk mengecek kesiapan alat plasma konvalesen, ke Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar. Seperti diketahui, plasma konvalesen sangat bermanfaat untuk mendukung upaya penyembuhan pasien covid 19.

Dalam tinjauannya, Bupati Fadia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro SKM M Kes dan Kepala UTD PMI Karanganyar dokter Suryadi, beserta jajaran PMI Kabupaten Pekalongan.

“Pemkab memberikan bantuan hibah kepada PMI berupa alat plasma. Kami sedang cek alatnya, seberapa siap, apa yang kurang dan apa kendalanya,” kata Bupati Fadia, seperti dirilis Pekalongankab.go.id.

Dari hasil tinjauannya, Fadia menilai semua sistem dan prosesnya berjalan baik, demikian juga dengan ketersediaan stok darah, walaupun ada beberapa masih kekurangan. Dia berharap kegiatan donor darah bisa lebih intens dan lebih banyak warga bersedia menjadi donor.

Bupati Fadia juga menegaskan pihaknya akan terus mendukung PMI, terutama dalam penyembuhan pasien Covid-19 dengan metode plasma konvalesen.

“Kami akan bantu, agar proses penyediaan alat bisa cepat. Saya ingin agar di Kabupaten Pekalongan ini, pasien Covid-19 bisa ditangani dengan cepat. PMI kami back up, alatnya kami persiapkan, supaya  masyarakat bisa terbantukan dengan alat ini, “ tegas Fadia.

Sementara itu Kepala UTD PMI Karanganyar, dr Suryadi menyebut kebutuhan plasma konvalesen saat ini meningkat. Sementara untuk penyintas yang bisa menjadi donor, Suryadi menjelaskan kriterianya adalah berusia 18-59 tahun, filter antibodinya memenuhi syarat, selama enam bulan terakhir tidak melakukan transfusi, dan bagi perempuan belum pernah hamil.

Disampaikan pula sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan sudah ada 63 penyintas yang discreening dan yang berhasil diambil ada 13 penyintas.

Dr Suryadi mengatakan PMI sebagai pengguna alat menunggu proses serah terimanya. Dan jika alat sudah lengkap, proses pengambilan plasma bisa dilakukan di kabupaten Pekalongan khususnya di wilayah Pantura.

”Harapannya proses penyerahan itu bisa dipercepat, dan kita juga tetap mensosialisasikan para penyintas untuk bersedia mendonorkan plasmanya di UTD kabupaten Pekalongan,” kata dia. (HS-08)

Share This

Inilah Cara Menyimpan Daging Kurban di Freezer hingga Tahan Setengah Tahun

Fadia Arafiq Bersyukur Banyak Pesantren akan Dibangun Kabupatan Pekalongan