in

Kunjungi Purworejo, Menkop UKM : Koperasi dan UMKM Bisa Jadi Kekuatan Besar

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, didampingi Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, menempelkan label pada produk terbaru Koperasi Wanita Srikandi. Hal itu dilakukan Teten, ketika mengunjungi koperasi tersebut. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, mengajak pemerintah provinsi, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan bank-bank, untuk berintegrasi mengembangkan koperasi produsen gula kelapa.

Ajakan itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, dalam kunjungan kerja ke Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi, Kabupaten Purworejo, Sabtu (28/8), yang merupakan produsen gula kristal.

“Pertanian kelapa di Indonesia ini kan luas. Sehingga suplai bahan bakunya akan cukup. Kalau ini diperbesar, maka dapat menjadi model koperasi produksi yang masuk dalam skala bisnis,” kata dia, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Dia berharap pada 2045 nanti, Indonesia akan benar-benar mampu menjadi negara maju. Salah satu syarat untuk mewujudkannya adalah dengan menambah wirausaha.

“Kita ini kurang dari empat persen. Padahal untuk menjadi negara maju, minimal ada empat persen. Harapannya pada 2045, sesuai prediksi, kita mempunyai potensi untuk menjadi negara maju. Nah salah satu syaratnya harus menambah wirausaha baru,” ujarnya.

Teten menambahkan,  bertambahnya produsen permesinan juga perlu didorong, agar ke depan dapat berkembang menjadi industri permesinan. Dirinya menceritakan, dahulu industri di Eropa juga terus tumbuh karena industri permesinnya juga tumbuh.

“Jadi bukan hanya memproduksi gula, tetapi kita juga bisa memulai memproduksi permesinan. Arah UMKM koperasi mengarah ke indutrialisasi ya seperti itu. Jadi jangan koperasi dan UMKM masih mikro-mikro terus. Kita harus mulai mengkonsolidasi kekuatan ekonomi yang lebih besar,” kata dia.

Sementara itu dalam kunjungan ke Koperasi Wanita Srikandi, Menkop UKM yang didampingi Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH, juga melihat produksi gula kristal dan launching produk terbaru, yakni nexstar coconut syrup.

Teten juga menempelkan logo kepada produk terbaru siap ekspor, milik Kopwan Srikandi. Menkop UKM juga meresmikan rumah produksi gula kristal (brown sugar) di Desa Wonoroto.

Lebih lanjut Teten Masduki mengatakan Kopwan Srikandi perlu didorong, untuk terus mengembangkan potensinya. Selain itu para petani yang menjadi mitranya, juga perlu dibina dan didorong agar lebih berkembang.

“Kopwan Srikandi perlu mengembangkan pabriknya atau mungkin kemitraan di petaninya. Karena petani kelapanya yang menjadi supplier, juga harus dipikirkan, agar mereka dapat mengembangkan, bagaimana mendapatkan bibit kelapa yang unggul. Jadi tidak hanya dari bisnis saja, tetapi juga fungsi sosialnya, ada proses edukasinya,” katanya.

Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH menjelaskan, saat ini di Kabupaten Purworejo terdapat 279 koperasi, dengan jumlah anggota mencapai 49.646 orang. Jumlah assetnya mencapai Rp 552 milyar dan omzetnya Rp 448,5 milyar.

Saat ini baru terdapat tiga koperasi rantai pemasok yang sudah melakukan eksport, yakni Kopwan Srikandi, Koperasi Karmatera, dan KSU Mitra Usaha. Adapun untuk UMKM, berjumlah 33.532 unit, dengan berbagai bidang usaha. Beberapa di antara sudah berorientasi ekspor, antara lain brown sugar, kayu dan kerajinan bambu.

“Kami berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan dukungan dan fasilitasi agar koperasi dan UMKM di Kabupaten Purworejo semakin maju dan berkembang. Apalagi saat ini, ditengah berbagai permasalahan akibat pandemi yang telah mempengaruhi hampir semua sektor,” kata Wabup.

Sementara itu Ketua Koperasi Wanita, Sri Susilowati SE menjelaskan pihaknya selama telah melakukan ekspor ke Rusia, Belanda, Kanada dan beberapa negara namun dalam bentuk curah dan gula kristal.

“Jadi di sana merknya di sana apa kita tidak tahu. Saat ini kita sedang berkomunikasi ke FDA, agar kita menjadi member amazon yang akan menjualkan produk kami. Kami sudah import botol sebanyak 28.500 botol, sehingga ketika ada pesanan kita sudah siap,” terang Sri. (HS-08)

Share This

Insentif 300 Ribu Guru Madrasah Bukan PNS Cair September 2021

Napak Tilas ke Purworejo, Menhub Berharap Vaksinasi Dikebut