Kunjungi PR Sukun, Plt Bupati Kudus Beri Nilai Plus

Pelaksana tugas Bupati Kudus H.M Hartopo saat mengunjungi PR Sukun, dalam rangka pemantauan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. (Foto : Laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Pelaksana tugas Bupati Kudus HM Hartopo, Rabu (13/11) memberikan apresiasi pada perusahaan rokok Sukun, karena telah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Guna memastikan aturan PPKM dijalankan dengan baik, sesuai pembatasan pekerja yang hanya 25 persen.

“Atas nama Pemkab Kudus dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi karena PR Sukun sudah mengikuti semua aturan PPKM,  yang dulunya 2 shift sekarang dibagi menjadi 3 shift, Pekerja yang hadir betul-betul 25 persen dari jumlah keseluruhan,” kata dia, seperti dirilis laman Pemkab Kudus.

Perusahaan juga telah menambahkan sekat antarpekerja, serta melengkapi para pekerja dengan masker dan face shield. Alat pelindung diri (APD) rencananya akan diimplementasikan ke seluruh brak pabrik di Kabupaten Kudus.

Hartopo berharap dengan ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan dapat mencegah penularan Covid-19.

“Penggunaan sekat ditambah penggunaan masker dan face shield antar pekerja menambah nilai plus dalam upaya penerapan protokol kesehatan dilingkungan perusahaan, Semoga dengan ketatnya Prokes yang diterapkan tidak menimbulkan kluster baru serta dapat menghindarkan dan mencegah penularan Covid-19,” tuturnya.

Hartopo juga menyatakan akan terus memantau dan mengevaluasi PPKM di industri dan instansi lainya. Bagi yang melanggar ketentuan, Hartopo menegaskan pihaknya akan melakukan penutupan sementara.

“Selama PPKM, kami akan terus memantau para pelaku industri dan instansi lainya di Kabupaten Kudus. Apabila terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan PPKM,  kami tak segan-segan menghentikan aktivitas hingga mencabut izin operasionalnya, ini merupakan kewenangan penuh kepala daerah,” tegasnya.

Seusai memantau aktivitas industri dalam PPKM, Hartopo melanjutkan pemantaan ke pasar-pasar di Kabupaten Kudus.

“Untuk pasar, kami juga akan melakukan pemantauan  tentang pemberlakuan PPKM. Kami sudah koordinasi dengan Dinas Perdagangan, kami minta harus ada pembatasan aktivitas, atau sosial distancing,” kata dia.

Sebelumnya, ketika meninjau PT Nojorono Tobacco International, Selasa (12/1) lalu, Hartopo meminta dengan tegas agar semua industri di wilayahnya melaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dalam pelaksanaannya, pekerja yang bekerja juga dibatasi hanya 25 persen. Guna memastikan aturan tersebut dijalankan.

Pihaknya mengapresiasi perusahaan yang telah menerapkan protokol kesehatan, sesuai Instruksi mendagri, surat edaran gubernur Jateng, dan Surat edaran Plt Bupati Kudus.

Pihak perusahaan telah membagi pekerja menjadi 4 grup dari total 300 pekerja. Pekerja yang hadir dalam satu shift sekitar 75 pekerja saja.

“Pekerja yang hadir betul-betul 25 persen dari keseluruhan. Perusahaan mengaturnya dengan baik,” kata dia.

Penggunaan sekat antarpekerja di PT Nojorono Tobacco International juga menjadi poin plus penerapan protokol kesehatan. Sekat yang telah digunakan sejak Juni tahun lalu tersebut rencananya akan diimplementasikan ke seluruh brak pabrik di Kabupaten Kudus. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.