in

Kunjungi Papua, Presiden Minta Venue Dirawat hingga Beli Noken di Pinggir Jalan

Presiden Jokowi membeli noken dari mama penjual di pinggir Jalan Raya Hawai Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (01/10). (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Iring-iringan mobil rombongan Presiden Joko Widodo dalam perjalanan dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menuju hotel tiba-tiba berhenti di pinggir Jalan Raya Hawai Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (01/10).

Kepala Negara pun turun dan langsung menghampiri mama-mama (ibu-ibu) pedagang di tepi jalan. Rupanya Presiden tertarik dengan noken, tas tradisonal masyarakat Papua yang dijual oleh ibu-ibu tersebut.

Dengan caranya yang khas, Jokowi pun kemudian menyapa rakyatnya. “Tas apa ini?” tanya Jokowi kepada Paulina Adi, seorang penjual noken di tempat itu.

Paulina yang tak menyangka bakal bertemu Presiden pun tampak gugup. “Ini tas terbuat dari kulit kayu, Bapak,” kata Paulina.

Setelah melihat-lihat dan memilih, Presiden kemudian memutuskan untuk membeli dua buah noken.

Selain Paulina Adi, ada juga Anastasya Keren dan Yulita Tebay yang juga menjual noken hasil rajutannya sendiri. Mereka berharap dengan adanya perhelatan PON XX di Papua, akan banyak orang yang membeli tas rajutan asli Papua tersebut.

Untuk diketahui, noken adalah tas tradisional masyarakat Papua, yang terbuat dari serat kulit kayu. Beberapa jenis kayu yang bisa diambil seratnya untuk bahan baku membuat tak ini, adalah dari pohon manduam, nawa atau anggrek hutan, dan masih banyak lagi.

Sama dengan tas pada umumnya, tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat Papua biasanya menggunakannya tak ini untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian, dan barang-barang dagangan ke pasar.

Karena keunikannya yang dibawa dengan kepala, noken ini didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB ini pun, kemudian pada 4 Desember 2012, memasukkan noken khas masyarakat Papua, ke dalam daftar warisan kebudayaan tak benda.

Bagi masyarakat Papua, terutama di daerah pegunungan tengah, seperti suku Mee/Ekari, Damal, Suku Yali, Dani, Suku Lani dan Bauzi., tas noken merupakan simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan.

Menariknya, secara tradisonal hanya orang Papua yang boleh membuat noken.  Para wanita di daerah itu pun, sejak kecil sudah harus belajar untuk membuat noken. Adapun kemampuan membuat tas tradisonal itu, juga melambangkan tingkat kedewasaan perempuan tersebut.

Dengan akata lain, perempuan Papua yang belum bisa membuat noken, dianggap belum dewasa dan belum memenuhi syarat untuk menikah. Noken dibuat karena suku-suku di Papua membutuhkan wadah, yang dapat memindahkan barang ke tempat yang lain.

Sementara itu ketika meresmikan sejumlah arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021, di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (2/10). Presiden Jokowi meminta rakyat Papua merawat dan menjaga arena pertandingan yang telah dibangun.

“Setelah mampu membangun venue-venue yang baik ini, pekerjaan kita belum selesai. Tugas selanjutnya adalah menjaga, merawat, dan memanfaatkan venue ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Kepala Negara tidak ingin nanti setelah PON usai, fasilitas yang telah dibangun dengan dana besar dan berstandar internasional tersebut justru menjadi tempat yang sepi, tidak terawat, dan akhirnya rusak.

Karena itu Jokowi meminta kepada gubernur, bupati, dan wali kota agar segera menyiapkan manajemen pengelolaan pemanfaatan fasilitas tersebut, secara profesional agar seluruh arena yang ada terpelihara dengan baik.

“Manfaatkan venue ini sebagai tempat penjaringan bibit unggul olahraga, pembinaan para atlet Papua untuk semakin berprestasi baik di tingkat nasional maupun di tingkat dunia,” katanya.

Presiden Jokowi bersyukur seluruh arena pertandingan untuk PON XX Papua telah selesai dan siap dimanfaatkan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan PON yang baru pertama kali dilaksanakan di Tanah Papua. (HS-08)

Share This

Bupati Resmikan Kolam Renang Water Life BUMD Purworejo Kendal, Ini Harapannya

Cegah Covid-19 di PON XX, Kapolri : Pastikan Masyarakat yang Datang ke Venue Sudah Divaksinasi