in

Kunjungi Kebun Kelengkeng di Mirit, Bupati Kebumen : Manis dan Dagingnya Tebal

Bupati memetik kelengkeng dalam panen di Desa Lembupurwo, baru-baru ini. (Sumber : Twitter Pemkab Kebumen)

 

HALO KEBUMEN – Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, bukan hanya menjadi sentra perkebunan kelengkeng di Jawa Tengah, melainkan juga destinasi eduwisata.

Hal itu diungkapkan Bupati Arif Sugiyanto, ketika bersama pimpinan OPD menghadiri panen kelengkeng untuk kali ke dua di desa tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati memuji buah Klengkeng dari perkebunan yang dikelola Asosiasi Petani Klengkeng Mandiri itu.

Menurutnya, hasil panen ini sangat bagus, rasanya manis, dagingnya tebal, kenyal, tetapi bijinya tipis. Setidaknya ada 12 ribu tanaman kelengkeng yang ditanam di Kecamatan Mirit, 5.000 pohon di antaranya sudah siap panen.

“Perkebunan Petani Kelengkeng Mandiri ini, bisa menjadi eduwisata bagi masyarakat Kebumen dan luar Kebumen. Masyarakat bisa datang ke Kebumen memetik sendiri buah kelengkeng yang masih segar, dan kemudian membungkusnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” kata Bupati, seusai memetik klengkeng di Desa Lembupurwo, baru-baru ini.

Dengan banyaknya, buah kelengkeng di Kebumen, hal tersebut bisa ikut serta dalam menggerakan ekonomi masyarakat lokal. Sekaligus menahan laju impor kelengkeng ke Indonesia. Pasalnya, dalam satu pohon kelengkeng di desa ini, rata-rata bisa menghasilkan 30 kilogram.

“Kalau seribu pohon berbuah semua, 30 kilogram kali 1.000 sudah 30 ton. Ini cukup bagus. Ini baru di Desa Lembupurwo, belum di desa-desa lain di Kecamatan Mirit. Paling tidak perkebunan klengkeng ini bisa mengurangi ketergantungan impor,” jelasnya, seperti dirilis Kebumenkab.go.id.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelengkeng Mandiri, Ahmad Janan, mengatakan perkebunan kelengkeng di Kebumen tidak lain untuk menciptakan swasembada buah kelengkeng. Kebumen kata dia, sudah menjadi sentra perkebunan kelengkeng Jawa Tengah.

“Jadi secara nasional, sentra perkebunan kelengkeng di Jawa Tengah ada di Kebumen. Stock kebutuhan kelengkeng kita cukup banyak. Total untuk di Kebumen yang sudah siap diproduksi ada 33 ribu pohon dari 82 ribu pohon,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya menargetkan, perkebunan kelengkeng bisa tertanam di atas tanas seluas 152 ribu hektare. Agar pemenuhan kebutuhan kelengkeng nasional selalu tercukupi, dengan asumsi satu pohon bisa berbuah 1 kwintal.

“Itu target kita begitu, dari sisi teknis dan teknologi seperti ini. Untuk itu, bersama pemerintah kita ingin bersinergi bagaimana Kebumen dikenal oleh masyarakat luas sebagai sentra perkebunan kelengkeng nasional,” jelasnya.

Diketahui panen kelengkeng di Desa Lembupurwo juga dihadiri petani kelengkeng dari Cilacap, Tegal, Tasik, Ciamis, Purworejo, Magelang, dan daerah lain. Pusat asosiasinya berada di Kebumen, yakni di Desa Lembupurwo. (HS-08)

Buka Festival UMKM, Bupati Klaten Optimistis Milenial Mampu Majukan Usaha Lokal

Ini Alasan Tersangka Bunuh Ibu Dan Anak, Lalu Dibuang di Bawah Tol Semarang KM 425