in

Kunjungi Bocah yang Kakinya Diamputasi, Begini Pesan Ketua DPRD Kota Semarang

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman saat mengunjungi Reno di rumah orang tuanya di Puri Delta Asri 3, Kelurahan Cangkiran, Mijen, Kota Semarang, Kamis (30/9/2021).

 

HALO SEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menjenguk seorang anak yang kakinya diamputasi di Puri Delta Asri 3 Blok 14 RT 3 RW 7, Kelurahan Cangkiran Mijen, Kota Semarang, Kamis (30/9/2021). Penyebab diamputasinya kaki Reno Rifky Aryansyah, karena menginjak botol air mineral yang diduga berisi bahan kimia saat bermain dengan temannya, di rumah neneknya di daerah Brangsong, Kendal beberapa waktu lalu.

Dikunjungi Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, wajah Reno Rifky Aryansyah masih terlihat menahan sakit. Siswa SDN Cangkiran 02 ini hanya berbaring di kasur yang diletakkan di ruang tamu.
Maklum saja, Reno begitu ia disapa baru saja menjalani operasi amputasi kaki kanannya.

Tanggal 12 September 2021 lalu, menjadi hari yang tidak bisa dilupakan oleh bocah 9 tahun ini, karena kejadian tragis yang menimpanya.

Ketika bermain dengan teman sebayanya, Reno tersandung botol air mineral yang diduga isinya bahan kimia. Injakan kaki kecilnya itu membuat botol meledak dan membuat Reno terluka parah, pada bagian telapak kaki. Suara ledakan yang keras membuat warga berhamburan keluar rumah mencari sumber ledakan.

“Saat itu kami ada di rumah nenek Reno yang ada di Brangsong, ia bermain dengan teman-temannya. Katanya kesandung botol dan langsung meledak. Suaranya keras, sampai warga kampung keluar rumah,” kata Khotimah ibu Reno saat ditemui di rumahnya.

Reno langsung dilarikan ke puskesmas terdekat, namun karena luka yang sangat perah ia pun dirujuk ke RSUD Soewondo Kendal untuk menjalani perawatan. Lalu tanggal 15 September 2021, Reno pun menjalani operasi dan pemasangan pen.

“Saat itu lukanya dibersihkan, dan dipasang pen. Saya kira bisa sembuh ternyata malah tambah parah,” tutur Khotimah sembari mengusap air mata.

Akhirnya Reno pun dibawa ke Charlie Hospital Boja oleh kedua orang tuanya. Setelah dicek ternyata struktur tulang kaki Reno rusak karena ledakan dari bahan kimia tadi.

Bahkan, Khotimah sempat menunjukkan telapak kaki Reno yang menghitam setelah dioperasi, jalan satu-satunya tim dokter menyarankan untuk mengamputasi telapak kaki hingga mata kaki Reno.

“Kata dokter ada tulang yang hilang, strukturnya juga remuk jadi harus diamputasi,” imbuhnya.

Khotimah menjelaskan, botol air mineral yang diinjak anaknya menurut informasi berisi serbuk. Kejadian ini pun sudah dilaporkan ke Polsek Brangsong dan sedang dilakukan penyelidikan namun sampai saat ini belum ada perkembangan.

“Botolnya itu botol air mineral, di dalamnya ada serbuk. Kami sudah melaporkan ke polisi, tapi belum ada perkembangannya,” terang Khotimah.

Pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dilaksanakan di SDN Cangkiran 2 ini pun terpaksa dilewatkan siswa kelas 4 tersebut. Untungnya dukungan dari pihak sekolah sangat tinggi dengan memberikan semangat, bahkan setiap hari guru dan kepala sekolah Reno datang untuk menjenguk.

“Nggak pernah ngeluh kakinya diamputasi, hanya kadang bilang kalau kakinya sakit,” jelas Khotimah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa Reno.

“Saya turut prihatin, dan berharap hal serupa tidak terjadi lagi. Semoga Reno cepat sembuh dan semangatnya tidak hilang,” katanya.

Menurut Politikus PDI-Perjuangan ini, kejadian yang menimpa Reno memang di luar sepengetahuan orang tua. Maka ini menjadi pembelajaran bagi seluruh orang tua agar mengawasi dan memantau anak-anak saat bermain.

“Harapan kami jadi pelajaran bagi kita semua untuk melakukan pengawasan terhadap anak kita,” terang Pilus.

Pilus berpesan kepada Reno untuk tetap semangat menjalani hidup, Khotimah dan suaminya pun juga diberikan motivasi untuk bisa menjaga mental anak nomor dua dari tiga bersaudara itu agar tidak drop.

“Nanti akan saya sampaikan ke Pemkot Semarang agar ada perhatian buat Reno dan agar perkembanganya sama dengan anak lainnya. Kami upayakan juga agar bisa mendapatkan dan dipasang kaki palsu agar kegiatannya tidak terganggu,” harapnya.(HS)

Share This

Polda Jateng Ungkap Kasus Pembobolan Mesin ATM Termasuk Di Gunungpati

PHRI Jateng Sebut Tingkat Hunian Hotel Meningkat 50 Persen