Kuliner Es Kelapa Muda Pak Ambon Semarang, Melegenda Sejak 1970

Warung Es Kelapa Muda Pak Ambon kini telah menempati di sebuah Ruko di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang, Senin (19/4/2021).

 

BAGI masyarakat Kota Semarang yang ingin mencari minuman es untuk menu takjil atau pembuka puasa, belum afdol rasanya kalau belum mencoba es kelapa muda Pak Ambon yang beralamat di Jalan Dr Cipto, Semarang.

Warung Es Kelapa Muda Pak Ambon memang tak lagi asing, karena selama ini kerap menjadi jujugan masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya yang ingin mencari minuman segar khas Semarang.

Warung ini bisa dikatakan legenda es kelapa muda di Semarang, karena sudah berdiri sejak tahun 1970 -an, dan kini usahanya dijalankan generasi ketiga.

- Advertisement -

Salah satu karyawan, Yono menceritakan, awalnya sekitar tahun 1970an, pemilik usaha Es Kelapa Muda Pak Ambon menjajakan es kelapa di pinggir jalan, dengan cara dipikul seperti penjual dawet keliling.

“Lalu pernah memakai gerobak kayu dengan didorong, dan pernah juga memakai mobil pick up atau mobil bak terbuka,” katanya, Senin (19/4/2021).

Namun, kata dia, karena adanya larangan berjualan di pinggir jalan dan kerap terkena operasi Satpol PP, pemilik memutuskan untuk membeli ruko di sebelah lokasi berjualan sehari-hari.

“Kini selain menjual es kelapa, ada juga jajanan pelengkap, seperti nasi bungkus, bakso, ayam kremes dan siomai,” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, di tempat usaha Es Kelapa Pak Ambon tersebut memiliki delapan orang karyawan yang semuanya satu keluarga. Dia mengatakan, saat pandemi juga berimbas pada omzet usahnya yaitu turun hingga 25 persen dari normal.

“Tapi mulai normal lagi mulai dari momen Tahun Baru lalu, dan pengaruh dari cuaca yang mulai panas mempengaruhi peningkatan dari sisi penjualan. Kalau puasa tidak terlalu mempengaruhi omzet penjualan, hanya saja kalau sore pengunjung akan terlihat makin ramai. Karena mereka beli tidak makan di tempat tapi dibungkus untuk buka puasa di rumah,” ujarnya.

Dan rata-rata jika ramai, perhari warung ini bisa menjual sebanyak 700 porsi es kelapa.

“Kalau saat sepi, bisa menjual separuhnya. Satu porsi dijual Rp 6 ribu. Dan Rp 7 ribu pakai tambahan tape. Mulai buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 5 Sore,” katanya.

Saat ini, kata dia, Es Kelapa Muda Pak Ambon, telah memiliki pelanggan setia.

“Baik, dari kota Semarang maupun dari berbagai daerah, yang selalu mampir ke sini jika ke Kota Semarang. Seperti dari Bandung, Jakarta, Pekalongan, Kudus, Jepara dan Demak. Kebanyakan mereka akan mampir saat pulang ke Kota Semarang,”pungkasnya.

Salah satu pelanggan, Budi mengatakan, citra rasa Es Kelapa Muda Pak Ambon berbeda dengan es kelapa lainnya. Karena, yang membedakan adalah rasanya manis namun tidak membuat eneg, apalagi dicampur buah nangka.

“Ini yang membuat khasnya. Apalagi kalau diminum saat cuaca panas, dan sekaligus cocok untuk menjadi menu takjil untuk berbuka puasa,” katanya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.