in

Kuliah Nyambi Model, Eka Agustina Kumpulkan Pundi-Pundi Cuan

Eka Agustina. (Foto Dok/Eka Agustina).

 

NAMANYA Eka Agustina, dara cantik asal Pati, Jawa Tengah ini wajahnya banyak menghiasi akun-akun media sosial make up artist (MUA) di Tanah Air.
Meski belum genap setahun menekuni profesi model, namun namanya telah berkibar.

Riasan wajah hingga pakaian adat khas Nusantara sudah jamak membelit tubuh gadis setinggi 153 sentimeter itu.

“Kalau jadi model pakaian pengantin itu sudah sering. Misalnya dulu waktu foto sama MUA di Kudus, aku ngambil yang Nusantara. Kali ini pakai Sunda bride hijab. Kemudian yang favorit aku banget adalah adat Bali, suka banget,” katanya tersenyum.

Eka menceritakan awal meniti karier sebagai model berawal dari kegemaran pose di depan kamera. Terlebih saat ini banyak sosial media yang menjadi lahan ekspresi, hingga wajah cantiknya banyak dikenal.

“Ya sebelumnya ikut hunting-hunting foto tapi tanpa make-up, sama fotografer-fotografer. Aku suka karena itu bisa jadi konten buat upload Instagram. Jadi dari situ jadi hobi,” ungkap gadis kelahiran Pati, 21 November 2003 itu.

Hobi yang ditekuni itu tenyata menarik perhatian banyak kalangan. Termasuk MUA yang berniat mengajaknya untuk menjadi model. Akhir Juli 2020 menjadi waktu paling bersejarah, karena karier model mulai menginjak anak tangga pertama.

“Terus pertama kali jadi model make up itu waktu ada salah satu make up artist nge-DM (direct message) di Instagram. ‘Kamu mau enggak jadi model make up?’. Waktu itu lulus SMA, belum masuk kuliah. Daripada gabut, ya akhirnya ikut,” ceritanya.

“Jadi kalau dihitung sampai sekarang ya belum ada setahun (sebagai model profesional),” imbuh dia.

Mendapatkan job pertama, menjadikan Eka kian bersemangat dengan dunia model. Meski demikian, dia tetap memikirkan jenjang pendidikan akademik. Hingga memutuskan masuk Jurusan Sastra Inggris Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang.

“Sekarang tercatat sebagai mahasiswi semester 2. Kalau sekarang untuk public speaking-nya di dunia model enggak ada ketentuan berbahasa Inggris. Semoga nanti pas go international pakai bahasa Inggris sesuai dengan jurusan di kampus,” lugasnya.

Eka menyampaikan, dirinya mesti pintar mengatur waktu untuk kuliah sambil bekerja. Dia mengingat semester awal adalah cobaan terberat, karena belum mengetahui ritme pendidikan di perguruan tinggi.
Sementara, dia harus menjalani jadwal pemotretan yang sering dilakukan di luar kota.

“Aku jujur ya, semester pertama itu aku masih kacau ngatur jadwal. Masih susah banget, kerjaanku bertolak belakang dengan kuliah. Kerjaanku tidak boleh pegang HP, sedangkan kuliah harus online lewat HP. Jadi waktu semester pertama aku sering izin enggak masuk kuliah, karena kerja,” jelas dia.

“Tapi untuk sekarang semester 2, aku sudah mulai ngatur waktu. Sekarang, aku sebelum appointment dengan MUA, menyampaikan dulu bahwa jam segini-segini harus kuliah. Kalau keberatan, ya enggak aku ambil job-nya. Tapi kalau ok, baru ambil job tadi. Jadi bisa diantisipasi dari awal,” beber dia.

Impian Besar

Bagi gadis berambut lurus panjang ini, kesukseskan berkarier bukan hanya berdasarkan kemujuran garis tangan, tetapi juga usaha dan keseriusan dalam bekerja. Sebab, penghargaan akan datang sendiri jika kinerja sudah dinilai bagus.

“Penghargaan yang luar biasa itu adalah ketika MUA yang sudah gede, terkenal, melanglang buana di seluruh Indonesia memberi kepercayaan padaku untuk menjadi modelnya. Waktu datang ke Pati, aku dipercaya menjadi model make up-nya. Itulah penghargaan luar biasa,” tutur mahasiswi kampus terfavorit di Semarang.

“Kenapa itu sangat berharga? Karena dari situ naikin testimoni. Fotoku akan dilihat banyak orang. Terbukti setelah itu ada tawaran ke Klaten, Jakarta, ke Surabaya Jawa Timur,” kata gadis yang juga memiliki hobi travelling itu.

Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, Eka memiliki impian besar untuk membahagiakan keluarganya. Untuk itu, meski pundi-pundi uang telah mengalir namun dari dunia model, bukan lantas menjadikan pendidikan sebagai prioritas kedua. Terlebih, dia harus menjadi contoh bagai adik-adiknya.

“Kalau sekarang ini, ingin price list aku ada di titik yang aku mau. Bukan soal semata-mata materi, tapi semakin tinggi price list, berarti aku udah diuji. Seperti pose, attitude, jam terbang itu sudah tinggi. Nah kalau kamu ingin lihat seberapa bagus jadi model, itu bisa dilihat dari price list-nya,” pungkasnya.(HS)

Share This

MOLA Gencar Sosialisakan Hak Siar Pertandingan Sepak Bola pada Platform OTT dan Public Viewing

Muncul SMS Gempa M 8,5, Ternyata Sistem BMKG Error