Kukuhkan Komisi Irigasi, Bupati Harapkan Pengelolaan Pengairan Berkelanjutan

Bupati Pati Haryanto mengukuhkan Komisi Irigasi Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten Pati Selasa, (20/10). Pengukuhan ini dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda Pemprov Jawa Tengah, Perwakilan Kepala BBWS Pemali Juwana, Sekda Pati dan Kepala OPD terkait. patikab.go.id

 

HALO PATI – Dalam masa pandemi seperti saat ini, pangan merupakan isu penting nasional. Para stakeholder bidang pertanian, harus bisa melihat peluang untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan, dari tingkat daerah hingga Nasional.

Salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan ini, adalah pengelolaan dan pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan, termasuk di dalamnya sistem irigasi.

Menurut Bupati Pati Haryanto, di Kabupaten Pati terdapat beberapa sumber air irigasi seperti Jratun Seluna, Sungai Juwana, Waduk Seloromo, dan Waduk Gunung Rowo. Selain itu ada beberapa sungai yang dimanfaatkan dalam mendukung sistem pengelolaan irigasi.

“Oleh karena itu saya selaku kepala daerah sangat mendukung keberadaan Komisi Irigasi guna mendukung terwujudnya kebijakan dan sistem pengelolaan irigasi yang berkelanjutan,” kata Haryanto, saat mengukuhkan Komisi Irigasi Kabupaten Pati, di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa, (20/10), seperti dirilis patikab.go.id.

Pengukuhan dihadiri perwakilan dari Bappeda Pemprov Jawa Tengah, Perwakilan Kepala BBWS Pemali Juwana, Sekda Pati, dan Kepala OPD terkait. Bupati berharap, dengan keterlibatan semua unsur yang membidangi irigasi, pengelolaan sistem irigasi secara tertib dan terpadu dapat terwujud.

Bupati mengatakan pembentukan Komisi Irigasi  sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 17/PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi serta menindaklanjuti Keputusan Bupati Pati Nomor: 611/2424 Tahun 2020 tentang Pembentukan Komisi Irigasi Kabupaten Pati.

Keanggotaan komisi irigasi ini, terdiri atas wakil pemerintah dan wakil non pemerintah yang meliputi wakil induk/ gabungan perkumpulan petani pemakai air (IP3A, GP3A) dan/atau wakil kelompok pengguna jaringan irigasi dengan prinsip keanggotaan proporsional dan keterwakilan.

“Organisasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu perwujudan upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan khususnya petani,” ujar Haryanto.

Salah satu tugas pokok dan fungsi Komisi Irigasi di antaranya merumuskan rencana kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan fungsi irigasi serta merumuskan rencana tahunan penyediaan, pembagian, dan pemberian air irigasi yang efisien bagi pertanian dan keperluan lain.

“Inilah pentingnya Komisi Irigasi dalam untuk pengembangan irigasi. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri perlu adanya partisipasi dari masyarakat terutama organisasi petani dan pemerhati pertanian dalam pembangunan sistem irigasi yang baik,” tambahnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan partisipasi dari unsur non-pemerintah juga diperlukan untuk mendapatkan gambaran utuh akan kebutuhan masyarakat petani dalam mengelola dan memanfaatkan irigasi.

Dia berharap agar pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi di Kabupaten Pati dapat semakin meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya ketersediaan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Pati. Juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan adanya wakil dari semua unsur bidang pertanian, saya harapkan tidak ada lagi permasalahan dan perselisihan yang terjadi dalam pengelolaan sistem irigasi,” harap Bupati. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.