in

Kue Terang Bulan, Kini Kembali Terangi Penggemar

Lukman, salah satu penjual kue terang bulan di Jalan Prof Soedarto, Sumurboto, Banyumanik, Semarang.

 

BERBICARA soal kuliner Indonesia tidak akan ada habisnya, terlebih kuliner jadul (zaman dulu) yang kini bernostalgia menyapa penikmatnya kembali.

Salah satu jajanan jadul itu yaitu kue terang bulan. Bentuknya khas, dengan isian sederhana di antaranya meses, selai stroberi, dan taburan gula bubuk putih.

Di Kota Semarang, pendahulu martabak manis ini bisa ditemui hampir di seluruh ruas jalan, baik protokol maupun kompleks perumahan (penjual keliling). Salah satunya di Jalan Prof Soedarto, Sumurboto, Banyumanik tak jauh dari Universitas Diponegoro.

Lukman (23) satu di antara penjual kue terang bulan jadul itu menceritakan, sejak tahun lalu bersama teman-temannya dari kampung di Jawa Timur merantau ke Kota Lumpia untuk menjual jajanan ini.

“Sudah lama, sekitar satu tahunan ini. Bareng-bareng sama teman dari kampung ikut orang ke Semarang,” kata Lukman saat ditemui halosemarang.id, Minggu (4/7/2021).

Pria asal Lumajang, Jawa Timur ini mengaku menggelar lapaknya mulai pukul 06.30 WIB hingga menjelang matahari terbenam. Dengan sepeda motor membawa kotak kaca di belakangnya berisi kue terang bulan.

“Jualan dari pukul 06.30 sampai sore paling sekitar Maghrib baru pulang,” ujarnya.

Sesuai namanya, kue ini sering menyapa jauh sebelum generasi milenial. Lukman menuturkan, penikmat kue ini dari anak-anak hingga orang tua.

“Yang beli di sini tidak anak muda saja, anak kecil dan orang tua juga. Ya bisa dibilang ini jajanan segala umur, tapi kebanyakan malah mahasiswa,” tuturnya.

Dalam sehari, sebelum datangnya pandemi Covid-19, ia mengaku jualannya lumayan laris. Ia dapat menjual sekitar 100 lebih kue, dengan harga isian standar Rp 8.000. Sedangkan saat ada Covid-19, penjualannya mengalami penurunan tajam, hanya laku 50 porsi tiap harinya.

“Sekarang agak sepi, dulu bawa 100 lembar itu bisa habis, sekarang bawa 50 lembar sampai sore banget baru habis, kadang masih sisa,” paparnya.

Meskipun telah berkecimpung selama 12 bulan, Lukman mengaku tidak mengetahui secara pasti asal kue terang bulan jadul yang dijajakannya.

“Kalau aslinya saya kurang tau, karena ada di seluruh daerah kayaknya,” tutup Lukman sambil tersipu malu.(HS)

Share This

Trend Bersepeda Menurun, Harga Sepeda Bagaimana?

Ganjar Sweeping Warung: Ayo Makanannya Dibungkus