in

Kue Nastar Piring Diminati untuk Parcel Bagi Keturunan Koja di Semarang

Pembuat kue nastar piring di Kelurahan Kebonagung, Semarang, Maya Kartika Sari, menunjukkan kue nastar piring di rumahnya, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Menjelang Lebaran, di Kota Semarang kuliner jenis nastar piring menjadi salah satu makanan yang diburu masyarakat, khususnya bagi masyarakat keturunan Koja (suku Pakistan-Indonesia) yang tinggal di Kota Semarang.

Kuliner nastar piring sudah menjadi tradisi sebagai hantaran, atau parcel dan saat akan menyambut tamu yang datang ke rumah untuk bersilaturahmi.

Salah satu pembuat kue nastar piring, Maya Kartika Sari (51) mengatakan, kue nastar piring adalah identik dengan makanan khas Lebaran bagi masyarakat keturunan Koja di Semarang.

“Sudah menjadi tradisi seperti bubur India dibuat di Masjid Pekojan saat bulan Puasa. Kalau Lebaran di sini (masyarakat Koja-red), ya buat nastar piring,” katanya, baru-baru ini.

Dan setiap Lebaran, dirinya selalu membuat nastar piring sebagai hantaran.

“Dulunya, untuk topingnya atau taburan di atas kue nastarnya belum memakai bahan cokelat, dan sebagainya. Hanya memakai selai nanas di dalam lapisannya,” imbuhnya.

Nastarnya sekarang yang sudah dijual ini, kata dia, sudah dimodifikasi dengan menggunakan bahan tambahan cokelat, dan topingnya lebih banyak bervariasi seperti susu almond, selai nanas.

“Tergantung selera atau pesanan dari konsumen, ada yang pesan original atau yang dicampur cokelat,” terangnya.

Maya mengakui, untuk jumlah pesanan nastar piring, mendekati Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah ini meningkat signifikan. Saat ini, lanjut dia, sudah mencatat daftar pesanan lebih dari 30 porsi.

“Dan pengambilan mulai dari H-7 sampai H-1 Lebaran. Masing-masing berbeda mau mengambilnya kapan,” katanya.

Dalam satu hari dirinya bisa membuat 20 porsi keu nastar piring. Dirinya membuat pesanan nastar piring dengan dibantu satu orang.

“Bahan yang dipakai premium, sehingga harganya memang agak mahal. Kami menjamin kualitas produk agar konsumen puas dengan mengeluarkan biaya segitu. Harga per porsi nastar piring yang saya jual mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 170 ribu/porsi, tergantung jenis toping dan bahannya,” pungkasnya.(HS)

Share This

Akhir Pekan, Milenial Saksikan Film Omnibus Resah Karya Sineas Kota Semarang

Ganjar Cek Pelabuhan Tegal, Pastikan Nelayan dan ABK Dites Kesehatan