Kudus Zona Hijau, Tracing Harus tetap Diperkuat

Pelaksana tugas Bupati Kudus HM Hartopo, saat bersama forkompimda dan jajarannya, mengikuti rapat secara virtual dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Foto : Laman resmi Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Pemkab Kudus akan memperkuat tracing atau pelacakan penderita Covid-19, walaupun sebagian besar wilayah di kabupaten itu sudah masuk ke dalam zona hijau.

Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, saat bersama forkompimda dan jajarannya, mengikuti rapat secara virtual dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen. Rapat juga diikuti 10 kabupaten dan kota di Jateng, Kemendagri, dan Kemenkes.

Lebih lanjut Hartopo menyatakan akan menjalankan instruksi Kemendagri dan Gubernur Jawa tengah. Dia juga mengklaim, bahwa penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Kudus sudah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat kematian akibat Covid-19 menurun beberapa waktu ini.

“Kami dari Pemkab Kudus akan menindaklanjuti arahan dari Kemendagri dan Gubernur Jawa tengah tentang aturan pencegahan Covid-19. Oleh karenanya sinergi bersama TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dibutuhkan,” ucapnya.

Hartopo juga mengatakan bahwa PPKM mikro saat ini diperpanjang. “Alhamdulillah untuk di Kudus ada sekian RT/RW untuk zonasi mikro, tidak ada yg zona merah. Ada beberapa zona orange, kuning, namun dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Kudus saat ini memasuki mayoritas zona hijau. Untuk itu, tracing harus diperkuat walaupun di zona hijau,” kata dia.

Berkaitan dengan vaksinasi, menurut dia harus dioptimalkan penyerapannya, karena sebagai salah satu sarana memperkuat antibodi.

“Saat ini, vaksin yang akan diberikan, sebagian besar masih mendapat penolakan dari masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya vaksinasi di masa pandemi untuk memperkuat antibodi, namun di Kudus sendiri berjalanya vaksinasi berjalan dengan aman dan kondusif,” imbuhnya.

Sebelumnya, Indonesia memasuki Vaksinasi tahap I dari periode Januari-April 2021, untuk periode II akan dilakukan pada April-Maret 2022.

Berdasarkan arahan Kemendagri Tito Karnavian, Vaksinasi tahap II nantinya akan diprioritaskan Kepada TNI/Polri, ASN, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat.

“Total vaksin yang didistribusikan ke Jateng 18 juta dosis vaksin produksi biofarma, ditambah 4,6 juta dosis vaksin produksi astra zeneca. Dengan demikian, jumlah vaksin yang diterima 22,6 juta dosis di Jawa tengah. Vaksin tersebut akan dikirim ke daerah yang paling tinggi angka kematiannya. Vaksin tersebut memiliki masa kedaluwarsa selama 6 bulan,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menambahkan, dalam kegiatan PPKM Mikro yang diterapkan untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah, pihaknya meminta kepada para petugas agar selalu melakukan pemantauan dalam kegiatan masyarakat.

“Yang menjadi perhatian pada satgas Covid-19 untuk menekan persebaran Covid di Provinsi Jawa tengah adalah selalu Saosialisasi, Edukasi, dan Operasi Yustisi. Dengan demikian diharapkan persebaran Covid di Jawa tengah dapat menurun,” terangnya.

Sebagai informasi, Vaksinasi tahap ke II yang dijalankan di Jawa tengah saat ini mengambil sampel di 2 lokasi, yakni pasar Klewer Solo dan pasar Johar Semarang. Adapun untuk Kabupaten Kudus, dalam waktu dekat akan ada pengambilan vaksin untuk anggota TNI dan Polri. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.