Kudus Dorong Ketersediaan Tempat Tidur ICU Khusus Covid-19

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo (foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, terus mendorong ketersediaan tempat tidur ICU bagi penderita Covid-19. Sedikitnya 15 tempat tidur disiapkan di rumah sakit untuk ICU Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, mengatakan upaya peningkatan jumlah tempat tidur ICU tersebut, untuk menindaklanjuti arahan dari Mendagri dan Gubernur Jawa Tengah.

Khususnya, yang terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), di mana layanan kesehatan juga mesti ditingkatkan, dalam penanganan Covid-19.

Dia juga telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Kudus Nomor 800/024/26.00/2021 tentang PPKM, sebagai salah satu cara menekan angka Covid-19 di Jawa Tengah.

“Di sana sudah ada instruksi Bupati terkait peningkatan ketersediaan tempat tidur ICU, tempat tidur isolasi untuk penanganan Covid-19 baik rumah sakit daerah maupun swasta minimal 30% dari ketersediaan saat ini, dengan ketentuan di Kabupaten Kudus harus tersedia minimal 15 tempat tidur ICU untuk pasien Covid,” jelasnya, saat Rapat Koordinasi Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus, di lantai IV Gedung Setda Kudus, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Tak hanya ketersediaan tempat tidur, Hartopo juga berupaya memperbanyak jumlah tenaga kesehatan, khususnya perawat dan dokter, disesuaikan dengan kasus Covid-19. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan organisasi profesi meliputi IDI, PPNI, Patelki, atau organisasi lainya.

“Jika perlu dapat ditambah dengan perekrutan tenaga kesehatan yang bersumber dari APBD 2021,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Hartopo kembali mengingatkan agar semua pihak memaksimalkan lagi Satgas Jogo Tonggo. Peran pihak desa/ kelurahan dalam menegakkan protokol kesehatan harus ditingkatkan.

“Maksimalkan lagi Satgas Jogo Tonggo dari mulai lingkup RT RW sampai dengan desa/ kelurahan untuk menegakkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak),” kata dia.

Untuk memastikan terpenuhinya tempat tidur ICU dan tempat tidur Isolasi pasien Covid-19, usai rapat Plt Bupati Kudus Hartopo bersama Dandim 0722/Kudus dan Kapolres Kudus meninjau sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di kabupaten itu, baik lini 1,2,3. Antara lain, RSI Yakis (Sunan Kudus), RS Mardirahayu, dan RS Aisyiah.

Berdasarkan hasil pemantauan, diketahui kapasitas ruang isolasi sudah ada yang mencapai 30-40% dari kapasitas yang diinstruksikan oleh Kemendagri dan Gubernur Jateng. Kendati begitu dia terus mendorong ketersediaan tempat tidur di ICU khusus Covid-19.

Dengan telah terpenuhinya kapasitas baik untuk tempat tidur di ICU Covid-19 maupun ruang isolasi untuk pasien covid, pihaknya berharap pihak pengelola dapat disiplin menegakkan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan dengan terpenuhinya ketersediaan ini, kita tinggal mengatur tentang pendisiplinan dan pengetatan disiplin protokol kesehatan ini,” kata dia.

Sebagai infornasi, Kabupaten Kudus telah memiliki rumah sakit rujukan covid baik lini 1,2, maupun 3 dengan kapasitas titik ICU dan titik isolasi pasien lebih dari 25 persen. Di antaranya RSUD dr Loekmono Hadi dengan 14 tempat tidur ICU dan 134 tempat tidur solasi, RSI Yakis (Sunan Kudus) satu tempat tidur ICU dan 52 tempat tidur isolasi, RS Mardirahayu dua tempat tidur ICU dan 78 tempat tidur isolasi, RS Kumala Siwi satu tempat tidur ICU dan 12 tempat tidur isolasi, RS Aisiyah belum ada tempat tidur ICU dengan 27 tempat tidur isolasi, RS Kartika Husada belum ada tempat tidur ICU dengan dua tempat tidur isolasi, RS Nurussyifa tiga tempat tidur ICU dan 13 tempat tidur isolasi. Dengan demikian total keseluruhan ada 21 tempat tidur ICU dan 318 tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 se-Kabupaten Kudus. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.