Kubu Alim Sugiantoro Menangi Gugatan PTUN

Alim Sugiantoro/dok.

 

HALO SEMARANG – Kubu Alim Sugiantoro, Ketua Penilik (Demisioner) Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD/Kelenteng) Kwan Sing Bio Tuban, Jatim, memenangi gugatan atas kebijakan Caliadi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Dalam putusannya, PTUN mengabulkan gugatan kubu Alim Sugiantoro. ‘’Kita bersyukur, kebenaran dan keadilan selalu menang,’’ ujar Alim Sugiantoro di Tuban, Rabu (3/3/2021).

Pada amar putusannya, Majelis Hakim PTUN menyatakan batal Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan tergugat, berupa tanda daftar rumah ibadah Buddha (08.60.35.23.00708) tertanggal 8 Juli 2020.

Dibatalkan pula surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: B 1196.DJ.VII/DT.VII.1/BA.01.1/07/2020 tertanggal 13 Juli 2020, Hal: Pengurus dan Penilik TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban.

Mewajibkan tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara berupa, tanda daftar rumah ibadah Buddha (08.60.35.23.00708) tertanggal 8 Juli 2020. Surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: B 1196.DJ.VII.1/BA.01.1/07/2020 tertanggal 13 Juli 2020, Hal: pengurus dan penilik TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong Tuban.

Kemudian menghukum tergugat dan tergugat II (Mardojo/Tio Eng Bo) intervensi secara bersama untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 520.000.

‘’Keputusan PTUN itu sangat tepat untuk kedamaian umat yang ada di kelenteng ini. Kita menang karena kita memang benar,’’ tegas Alim.

Menurut dia, banyak fakta yang salah ketika TITD Kwan Sing Bio Tuban diajukan sebagai tanda daftar rumah ibadah Buddha. Sebab, sejak 200 tahun silam Tri Dharma itu milik tiga umat agama Khonghucu, Buddha, dan Aliran Tao.

‘’Kelenteng Kwan Sing Bio ini merupakan tempat ibadah bersama bagi umat Konghucu, Buddha dan Tao, bukan vihara,’’ paparnya.

Alim menjelaskan sesuai arahan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali, umat di Kelenteng Tuban diminta untuk kembali bersatu dan menjaga kerukunan. Juga ada penegasan bahwa TITD Kwan Sing Bio merupakan rumah ibadah bersama.

‘’Kelenteng ini Tri Dharma, jadi bukan milik Buddha, Khonghucu, dan Tao. Ini milik bersama, dan jangan ada kekisruhan lagi,’’ tambah tokoh Khonghucu Tuban itu.

Alim berpesan agar semua harus kembali damai dan bersatu. Tujuannya, agar masyarakat luar yang ingin beribadah di kelenteng bisa tenang, nyaman dan aman.

‘’Kalau kita rebut terus, kita malu sama rakyat Indonesia. Kita harus kembali damai,’’ ungkapnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.