Kuasa Hukum Pelapor Pertanyakan Kejelasan Penanganan Perkara Ujaran Kebencian Berbau SARA di Polda Jateng

Aksi beberapa pengacara mendesak kasus dugaan ujaran kebencian berbau SARA yang dilakukan seorang advokat di Kota Semarang dilanjutkan.

 

HALO SEMARANG – Penanganan perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian berbau SARA yang dilakukan seorang advokat di Kota Semarang, RWS, terkesan lamban. Meski telah ada penetapan tersangka oleh penyidik Reskrimsus Polda Jateng, namun hingga kini perkara tersebut tak ada kejelasannya.

Kuasa hukum pelapor, M Dias Saktiawan mengatakan, informasi yang diterimanya dari penyidik diketahui, bahwa berkas perkara tersebut sebenarnya siap dilimpahkan ke Kejaksaan. Namun sampai sekarang masih tertahan di Reskrimsus Polda Jateng.

“Karenanya, kami mempertanyakan mengenai kejelasan penanganan perkara tersebut demi kepastian hukum,” kata Dias dalam keterangan pers yang diterima halosemarang.id, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, ada dugaan terkait upaya mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait penanganan perkara tersebut. Upaya mediasi telah berlangsung tiga kali yang difasilitasi oleh Reskrimsus Polda Jateng.

Padahal, katanya, dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Kapolri, tidak mengatur adanya upaya mediasi sebagai penyelesaian penanganan perkara tindak pidana ujaran kebencian yang berbau SARA.

“Karena itu, kami berharap kepada Kapolda Jawa Tengah maupun Kapolri yang mempunyai kewenangan dalam penegakan hukum, untuk memberikan atensi pada perkara yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana perkara yang kami laporkan,” pintanya.

Ia menambahkan, perkara yang dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian berbau SARA melalui unggahan status Facebook yang dilakukan RWS, berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Hanya saja, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada Reskrimsus Polda Jateng. Jika dalam penanganan perkara tersebut memang ditemukan unsur pidana sebagaimana dimaksud, maka sudah seharusnya diproses hukum.

“Jika perbuatan yang dilakukan mengarah pada potensi memecah belah persatuan, maka harus segera dilakukan penegakan hukum secara serius,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, SIK, saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Reskrimsus Polda Jateng telah menetapkan seorang advokat/pengacara di Kota Semarang, RWS, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian berbau SARA.

Penetapan tersangka RWS tersebut diketahui dari surat panggilan pemeriksaan Nomor: S.Pgl/300/III/2021/Reskrimsus yang ditujukan kepada RWS. Dalam surat itu, RWS diminta datang guna didengar dan dimintai keterangan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian (SARA) melalui media sosial Facebook.

Penanganan kasus tersebut berawal dari laporan warga dengan register Nomor: LP/B/39/I/2021/Jateng/Ditreskrimsus, pada September 2020 lalu.

Dalam penanganannya, penyidik menetapkan status penyidikan dengan menetapkan RWS sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/155/II/2021/Reskrimsus pada 3 Februari 2021.

Saat itu, ditemukan akun media sosial Facebook yang diduga kuat milik RWS, seorang advokat di Kota Semarang. Melalui akun facebook pribadinya, RWS mengunggah status yang ujaran kebencian berbau SARA.

Dias menyebut ada sekitar dua sampai tiga unggahan yang saling berkaitan sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun tersebut.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.