Kuasa Hukum Korban Berharap Suami Tersangka Penganiaya PRT di Semarang juga Dijadikan Tersangka

Dio Hermansyah, kuasa hukum korban penganiayaan yang dialami asisten rumah tangga asal Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, foto bersama Ika Musriati (19) dan ibunya.

 

HALO SEMARANG – Kuasa hukum korban kasus penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT) di Kota Semarang, berharap polisi melakukan mengembangkan kasus tersebut. Termasuk menetapkan suami tersangka, sebagai tersangka lain dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan ini.

Hal itu disampaikan Dio Hermansyah, kuasa hukum korban penganiayaan yang dialami asisten rumah tangga asal Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Ika Musriati (19).

“Seharusnya sang suami juga ditetapkan sebagai tersangka, karena mengetahui kasus penganiayaan dan diduga turut serta melakukan penganiayaan tersebut,” kata Dio Hermansyah, Senin (27/4/2020).

Sebagai informasi, sepasang suami istri asal Perumahan Graha Padma, Semarang Barat, berinisial VSP dan ER, resmi diproses Penyidik Reskrim Polsek Semarang Barat atas dugaan penganiayaan pembangu rumah tangga.

Bahkan sang istri ER resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan Mapolsek Semarang Barat. Keduanya diproses terkait perkara dugaan penganiayaan dengan kekerasan yang dialami asisten rumah tangga asal Mlatiharjo, Semarang Timur, Kota Semarang, Ika Musriati (19).

Bahkan akibat penganiayaan ini, korban Ika Musriati mengalami kerusakan pada pita suara. Hal itu karena dia kerap dipaksa makan cabe hingga meminum air panas.

Bahkan tersangka juga tak segan melakukan pemukulan dan mengancam pembunuhan, ketika korban Ika Musriati melakukan kesalahan dalam tugasnya sebagai pembantu rumah tangga.

Pengacara yang akrab disapa Dio itu menilai, apa yang dilakukan oleh majikan korban merupakan bentuk pemufakatan jahat.

Apalagi majikannya juga diduga mengancam akan membunuh klienya secara perlahan.
Menurutnya apa yang dilakukan oleh kedua majikan korban sudah di luar batas kemanusian. Karena selama korban bekerja di rumah terlapor, siksaan kerap dialami, mulai dipukul dengan benda tumpul, kaki diikat, dan sejumlah kekerasan lainnya.

“Klien kami juga diminta untuk menyakiti dirinya sendiri dengan cara melukai tanganya menggunakan benda tajam, berupa silet secara berulang-ulang. Kami minta suaminya juga segera ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena mengetahui dan diduga turut terlibat melakukan penganiayaan,” tandasnya.

Kejadian penganiayaan itu sebenarnya audah terjadi sekitar Desember 2019 lalu. Namun kasus tersebut baru terungkap, ketika korban Ika Musriati dilaporkan majikannya dengan dugaan pencurian handphone ke Polsek Semarang Barat beberapa waktu lalu.

Namun dalam pelaporan tersebut, polisi malah curiga karena terlapor mengalami luka parah dan kondisinya mencurigakan.

Dalam pemeriksaan akhirnya polisi menemukan fakta lain, bahwa selama ini Ika Mursari yang juga pembantu rumah tangga pelapor, merupakan korban penganiayaan majikannya sendiri.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Imam Sudiyanto mengaku, tersangka ER sudah ditahan karena diduga kuat melakukan penganiayaan terhadap pembantunya pada Desember 2019. Menurutnya, penahanan tersangka itu sudah sesuai karena hasil penyidikan, baik dari keterangan saksi dan alat bukti serta hasil visum dari rumah sakit.

“Setelah cukup bukti, langsung kami lakukan penahanan terhadap ER. Kami sudah siapkan administrasi penahananya,” kata Kompol Imam, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sedangkan terkait peran suami tersangka yang berinisial VSP, diakuinya, hingga saat ini masih didalami dan pihaknya sedang melengkapi alat bukti untuk menjeratnya.

Dalam kasus itu, pihaknya akan menjerat pelaku dengan pasal 44 ayat (1) Undang-Undang nomor 23 tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman setidaknya 7 tahun penjara.

“Masih kami dalami keterlibatan suaminya. Jika terbukti ada unsur turut serta atau secara bersama melakukan penganiayaan akan kita proses,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.