Krisis Air Sejak Tahun 1990-an, Warga Dusun Sempulawang Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

Warga Dusun Sempulawang, Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung Kendal gotong royong merawat aliran air di dusunnya.

 

HALO KENDAL – Ketersediaan air bersih yang layak konsumsi pernah menjadi persoalan bagi warga Dusun Sempulawang, Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung Kendal.

Tidak adanya saluran air membuat warga di sana kesulitan mendapatkan air bersih.

Bahkan saat kemarau, warga harus mengangkut air dengan jerigen dari sumber desa lain yang jaraknya belasan kilometer.

Kepala Dusun Sempulawang, Isroni mengatakan, persoalan kesulitan warga mendapatkan air bersih sudah terjadi sejak tahun sejak tahun 1990-an.

Meskipun kondisi tersebut telah dikeluhkan warga, namun mereka tidak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, untuk membuat saluran dari sumber mata air yang ada di Getasblawong membutuhkan biaya besar, mengingat jaraknya mencapai 11 kilometer.

“Alhamdulilah, atas bantuan dari donatur untuk membantu persoalan air bersih yang kami hadapi selama belasan tahun,” ungkapnya, Rabu (23/9/2020).

“Tdak ada akad dan persyaratan apapun. Serta merta donatur tersebut membuatkan saluran air ke dusunnya. Sekarang warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Sosok donatur yang dimaksud adalah Yekti Handayani dan suaminya Gatot Herlambang, pengusaha pertambangan, warga Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung.

“Proses pemasangan saluran air yang dilakukan oleh warga secara gotong royong,” jelas Isroni penuh semangat.

Dikatakan, untuk pengerjaannya memakan waktu dua bulan, terhitung sejak pertengahan Desember 2019 dan selesai sebelum akhir Februari 2020 lalu.

“Untuk membuat saluran tersebut menghabiskan paralon sekitar 2.750 batang dengan rincian 2 kilometer ukuran 4 dim dan 9 kilometer ukuran 3 dim,” rincinya.

“Untuk penampungan airnya, 1 bak besar di dekat mata air dan 6 bak sedang tersebar dia dua RT di Dusun Sempulawang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 2 Desa Surokonto Wetan, Riyanto mengatakan, di wilayahnya terdapat tiga bak penampungan air. Setiap bak penampungan air dialirkan ke 14-16 rumah-rumah warga.

Oleh warga air itu digunakan untuk memasak, mandi dan mencuci. Sejak mulai dialirkan awal Maret 2020 sampai sekarang warga tidak pernah kekurangan air lagi.

Menurutnya warga di dusunnya tidak akan pernah melupakan jasa baik dari pemilik perusahaan PT Cahaya Selomukti tersebut.

Bahkan berkat mereka, imbuhnya, warga bisa mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Kami dengar Bu Ani (Yekti Handayani-red) maju sebagai calon wakil Bupati Kendal. Tanpa diminta dan tidak perlu dibuatkan tim pemenangan, kami pastikan beliau dapat dukungan penuh dari warga di sini,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.