KRI Nanggala-402 Tenggelam Akibat Retakan Besar

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, dalam konferensi pers, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. (Foto : TNI.mil.id)

 

HALO SEMARANG – Status KRI Nanggala-402 saat ini sudah berganti dari fase dari submiss (hilang), menjadi fase subsunk (tenggelam). Diduga, tenggelamnya kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu, terjadi akibat retakan besar. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya penemuan benda-benda, yang merupakan bagian dari kapal selam itu.

Adanya peningkatan status dari fase dari submiss (hilang), menjadi fase subsunk (tenggelam), disampaikan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono SE MM dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, dalam jumpa pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono SE MM, menyampaikan bahwa dalam proses pencarian KRI Nanggala-402, telah menemukan barang-barang, yaitu pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan di botol oranye pelumas periskop kapal selam.

“Ditemukan juga alat yang dipakai ABK Nanggala untuk shalat dan spons untuk menahan panas pada freshroom,” ucapnya.

“Dengan adanya bukti otentik tersebut, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk,” ujar Kasal.

Adapun untuk keberadaan kapal selam tersebut, sudah terdeteksi berada di kedalaman hingga 850 meter di bawah permukaan laut. Kapal tersebut tenggelam akibat retakan besar, bukan karena ledakan.

“Bukan ledakan, kalau ledakan ambyar semua,” ujarnya.

Retakan terjadi secara bertahap di tiap tingkat kedalaman, sesuai dengan tekanan air.

“Karena retakan jadi secara bertahap di bagian tertentu, dia turun ada fase-fase dari kedalaman 300 m, 400 m, 500 m ada keretakan,” kata Yudo.

Retakan besar itu pula yang membuat sejumlah barang yang ada di dalam kapal keluar ke permukaan. “Barang-barang ini sebenarnya ada di dalam. Apalagi yang pelurus torpedo keluar berarti terjadi keretakan besar,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, menyatakan akan terus mencari bukti kuat, akan keberadaan kapal selam KRI Nanggala-402, yang kini sudah dinyatakan tenggelam.

“Saya atas nama Panglima TNI, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, seperti dirilis TNI.mil.id.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa operasi search and rescue (SAR), telah memasuki hari keempat, sejak KRI Nanggala-402 yang membawa 53 personel TNI AL, dinyatakan hilang, Rabu (21/4).

Sejak awal, seluruh komponen yang dikerahkan telah bekerja semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut.

“TNI Angkatan Laut, bersama Kepolisian, Basarnas, KNKT serta negara sahabat, telah berupaya semaksimal mungkin mencari keberadaan KRI Nanggala-402,” ucap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sabtu (24/4) dini hari, merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen bagi seluruh ABK kapal. Namun, hingga batas akhir live support tersebut, keberadaan kapal juga tidak bisa ditemukan. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.