Kreativitas Adalah Bakat yang Dapat Dilatih

Elizabeth Santosa, Psikolog Anak dan Pendidikan menjadi pembicara dalam dialog bertema Pandemi Tak Halangi Kreasi di Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020. DOK. KPCPEN

 

HALO SEMARANG – Dalam menghadapi pandemi Covid-19, orang memang dituntut untuk selalu kreatif. Kreativitas tak selalu dalam konteks untuk menghasilkan karya, tetapi utamanya adalah mencari solusi.

Menurut Psikolog Anak dan Pendidikan, Elizabeth Santosa, kreativitas merupakan bakat, tetapi juga dapat dikembangkan melalui latihan.

“Dalam melatih kreativitas, latihlah sesuai bakat dan minat. Seperti pepatah, asah pisau di sisi yang tajam, jangan di sisi yang tumpul,” jelas dia, dalam Dialog Produktif bertema “Pandemi Tak Halangi Kreasi”, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), di Media Center KPCPEN, belum lama.

Lebih lanjut dikatakan Elizabeth, kreativitas itu memang bakat namun dapat juga ditumbuhkan dengan melatihnya. ”Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, decision making. Bukan selalu tentang menghasilkan karya saja,” kata dia, seperti dirilis Covid19.go.id.

Kreativitas, adalah cara berpikir divergen, atau punya banyak alternatif. Jika suatu rencana gagal dilakukan, orang akan mengambil cara lain untuk mencapai tujuan.

“Kalau tidak bisa lewat cara A maka bisa lewat cara B atau C. Kemudian berfikir krtis itu sifatnya konvergen, yang arahnya mengerucut. Bagusnya, manusia itu mempunyai kemampuan berpikir baik secara konvergen dan divergen,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kreativitas itu biasanya muncul dalam masa sulit. “Pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.