KPU Kendal: Ketiga Paslon Sudah Laporkan Akun Media Sosialnya

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020.

 

HALO KENDAL – Pada masa Pandemi Covid-19, kampanye Pilkada 2020, kampanye melalui media sosial (medsos) benar-benar dimanfaatkan oleh masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kendal pada Pilkada 2020.

Hal ini dilihat, dari ketiga paslon telah memaksimalkan media sosial (medsos) untuk kampanye, baik melalui Instagram, Facebook, Whatsapp dan akun medsos lainnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, kampanye melalui medsos tidak perlu ada pengumpulan massa.

“Di samping lebih efektif dan murah, kampanye melalui medsos dijamin aman dari penyebaran virus corona,” ungkap Hevy.

Dikatakan, sesuai Peraturan KPU, akun resmi yang dipergunakan untuk kampanye harus didaftarkan terlebih dulu ke KPU.

“Hal ini untuk memudahkan melakukan pengawasan terhadap materi kampanye yang disampaikam para paslon,” jelasnya.

Karena menurutnya, sesuai aturan, isi kampanye di antaranya tidak boleh bermuatan SARA (suku, ras, agama, dan antar golongan), pornografi, dan kampanye hitam.

“Semuanya paslon sudah melaporkan akun yang digunakan untuk kampanye. Untuk paslon Dico dan Basuki 20 akun, sedangkan paslon Ustad Ali – Yekti Handayani hanya 9 akun, dan paslon Tino – Mustamsikin ada 20 akun,” terangnya.

Dikatakan, pada Pilkada Serentak 2020 tidak diperbolehkan menggelar kampanye terbuka, karena dikhawatirkan bisa menyebarkan virus corona.

Ditegaskan pula oleh Hevy, kampanye yang diperbolehkan yakni pertemuan tatap muka atau dialog yang dihadiri maksimal 50 orang dan harus diadakan di ruang tertutup, serta mematuhi protokol kesehatan.

“Debat dan kampanye pun nantinya melalui media sosial. Karena dalam kondisi pandemi seperti ini, sebaiknya kampanye dilakukan melalui medsos, seperti virtual atau melalui daring,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.