in

Kota Semarang Peroleh Tambahan 1.600 Dosis Vaksin Tahap Pertama 

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam.

 

HALO SEMARANG – Kota Semarang mendapatkan jatah tambahan sebanyak 1.600 dosis vaksin untuk vaksinasi tahap pertama termin kedua. Sebelumnya, Kota Semarang pada termin pertama, sudah mendapatkan 19.009 dosis vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, vaksinasi tahap pertama termin kedua ini difokuskan di 32 kabupaten/kota.

Sehingga, Dinkes hanya mendapatkan 1.600 dosis karena pada termin pertama Kota Semarang sudah mendapatkan 19.009 dosis.

Vaksinasi tahap pertama termin kedua masih diperuntukkan bagi tenaga kesehatan di Kota Semarang.

Pasalnya, tenaga kesehatan yang mengisi di Aplikasi Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) kian bertambah.

“Terakhir, nakes yang ngisi di SISDMK sudah di angka 25 ribu,” terang Hakam, Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, total penerima vaksinasi tahap pertama termin pertama hingga Senin (25/1/2021) pukul 15.00 WIB sudah mencapai 11.000 nakes.

Rinciannya, 9.650 nakes telah tervaksin, 775 nakes tidak hadir, dan 574 nakes ditunda vaksinasinya.

Menurut Hakam, nakes yang tidak hadir dimungkinkan karena tidak mengetahui terjadwal pada hari itu. Sementara, nakes yang terpaksa harus ditunda vaksinasinya dikarenakan alasan kesehatan, antara lain masih menyusui, hamil, program hamil, kelainan darah, auto imun, atau menderita penyakit kronik yang belum stabil.

“Masing-masing fasilitas kesehatan sudah kami fasilitasi aplikasi. Setiap ada yang vaksinasi, diinput di situ. Jadi, kami bisa mengetahui berapa yang belum hadir, ditunda, dan yang telah tervaksin. Data ini bergerak setiap waktu,” jelas Hakam.

Hakam melanjutkan, Dinas Kesehatan Kota Semarang berupaya melakukan upaya percepatan vaksinasi tahap pertama termin pertama.

Dia mencatat data dari Komite Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sebanyak 18.240 nakes yang menerima vaksin.

Sementara, nakes yang sudah teregistrasi di BPJS sebanyak 17.800 orang.

“Masalahnya, yang sudah masuk data, sudah teregistrasi ada yang belum bisa open tiket di aplikasi BPJS. Ini membuat percepatan belum maksimal,” pungkasnya.(HS)

Share This

Rencana Relokasi Pedagang Pasar Sayur Malam Weleri Ditarget Selesai Akhir Januari 2021

Yayasan Wakaf Selamat Rahayu, Berikan Apresiasi Kepada Mahasiswa dan Santri Berprestasi