in

Kota Semarang Mulai Gelar PTM, Begini Standar Operasional Prosedurnya

Ilustrasi pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP 5 Kota Semarang beberapa waktu lalu.

 

HALO SEMARANG – Sedikitnya terdapat 425 sekolah negeri dan swasta jenjang SD dan SMP di Kota Semarang yang akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) serentak mulai Senin (30/8/2021). Pihak sekolah juga sudah mulai melakukan persiapan, yang sebelumnya telah melakukan uji coba PTM beberapa waktu lalu.

Rinciannya, ada 325 SD negeri, 44 SMP negeri, 38 SD swasta, dan 18 SMP swasta. Sejumlah TK negeri juga akan menggelar tatap muka.

“Sekolah Negeri, mulai dari TK, SD, SMP semua. SD swasta ada 38 dan SMP swasta ada 18 sekolah. PTM serentak tapi terbatas, belum semua siswa,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Jumat (27/8/2021).

Gunawan juga menambahkan, vaksinasi pelajar saat ini masih terus dilakukan supaya memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pelajar.

Diakui Gunawan, memang belum seluruh pelajar disuntik vaksin. Apalagi usia 12 tahun ke bawah memang belum boleh divaksin. Namun demikian, pelajar tetap bisa mengikuti PTM meski belum divaksin. Dia memastikan PTM bisa berjalan dengan baik seperti uji coba yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Hal yang paling penting, kata dia, orang tua mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM.

“Yang penting izin orang tua adalah mutlak. Kami sejak dulu sudah menyebar angket izin orang tua. Yang belum setuju tidak apa-apa, tetap bisa mengikuti pembelajaran secara daring,” paparnya.

Gunawan menjelaskan, nantinya pembelajaran di sekolah hanya akan berjalan selama empat jam pelajaran tanpa waktu istirahat. Pelajar akan masuk dua hari dalam satu minggu secara bergantian. Kapasitas ruangan 50 persen.

Menurutnya, masing-masing sekolah sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Setiap jenjang kelas diberi jarak waktu masuk agar tidak terjadi kerumunan.

“Kalau yang sudah pernah melakukan uji coba boleh tambah kelas. Misalnya, kemarin saat uji coba baru kelas 7 dan 8, sekarang bisa ditambah kelas 9. Kalau yang baru akan melakukan uji coba, bisa kelas 7 dan 8 dulu. Jika aman dan lancar bisa ditambah kelas 9. Sekolah negeri sudah uji coba jadi bisa semuanya,” ujar Gunawan.

Dia menambahkan, hal yang diperlukan siswa saat berangkat sekolah yakni tetap memakai masker. Protokol kesehatan harus diperhatikan mulai mencuci tangan sebelum masuk sekolah, menjaga jarak antar siswa, dan menghindari kerumunan. Bangku sekolah pun harus berjarak, dengan penyekatan di tiap meja.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, vaksinasi remaja/pelajar berusia 12 – 17 tahun masih sekitar 14 persen. Total sasaran vaksinasi pelajar sebanyak 156 ribu orang.

“Capaian baru sekitar 22.137 sasaran atau 14,31 persen yang melakukan V1. Adapun V2 baru menyentuh 9.976 sasaran atau 6,45 persen,” pungkas Hakam.(HS)

Share This

Ternyata Nyali Kecil, Saat Hendak Ditangkap YouTuber Muhammad Kece Malah Sembunyi Di Sawah

Mahasiswa Udinus Terapkan Media Pembelajaran Dengan Video Animasi