in

Koperasi di Kabupaten Pekalongan Berperan Bantu Anggotanya di Masa Pandemi

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM dalam peringatan Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021, di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi, Kamis (23/09). (Foto : Pekalongankab.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM menilai manfaat koperasi pada masa pandemi Covid-19 saat ini sangat besar, untuk membantu anggotanya agar dapat bertahan atau berkembang.

Peran koperasi itu diungkapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM, dalam acara peringatan Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021. Kegiatan bertajuk “Kolaborasi Intervensi Replikasi Laboratorium Kemiskinan” ini, digelar Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan, bekerja sama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan Baznas Kabupaten Pekalongan, di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi, Kamis (23/09).

Selain Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM, acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat di tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan.

Bupati Fadia menjelaskan dalam masa pandemi saat ini, banyak pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan. Pada saat seperti inilah, koperasi hadir untuk membantu para pelaku usaha itu, agar dapat bertahan atau berkembang.

“Koperasi ini menurut saya pada saat pandemi ini sangat bermanfaat. Karena banyak pelaku usaha pada pandemi ini banyak yang turun. Kalau koperasinya bisa berjalan dengan baik, bisa bermanfaat untuk para pelaku usaha dan anggotanya, itu akan membawa kehidupan ekonominya lebih baik,” kata Fadia, seperti dirilis Pekalongankab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Bupati Fadia juga mengucapkan terima kasih, kepada Baznas, yang telah membantu para pelaku usaha. “Ayo saling bahu membahu gotong-royong dan saling menolong, apalagi saat situasi pandemi ini,” ajaknya.

Bupati juga meminta camat dan seluruh kepala desa, agar aktif mengedukasi masyarakat, khususnya yang berusia tua, agar mau divaksin. Para camat dan kades, juga diminta mendorong percepatan vaksinasi.

“Vaksin ini penting sekali, tidak hanya sebagai syarat bepergian, namun yang lebih penting untuk diri sendiri, supaya daya tahan tubuh jauh lebih baik. Saya minta vaksin dipercepat. Kesesi ini termasuk daerah padat. Dalam waktu dua sampai tiga hari, seluruh desa sudah masuk vaksin. Jadi vaksin kita serbu ke desa-desa langsung. Nanti anak sekolah di atas 12 tahun wajib divaksin, agar bisa sekolah tatap muka,” pinta Fadia.

Sementara itu Kepala Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan, Ir Hurip Budi Riyantini, dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam kolaborasi tersebut, ada beberapa kegiatan.

Pertama, seperti yang dilakukan pekan lalu oleh Dinperindagkop UKM, dengan mengadakan pelatihan bagi 20 pelaku usaha makanan berbahan baku lokal singkong dan pisang. Dengan pelatihan ini, diharapkan pendapatan para pelaku usaha tersebut dapat meningkat. Kegiatan lain adalah penguatan ekonomi pelaku usaha berbasis koperasi di Desa Windurojo.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan Baznas, untuk melakukan intervensi melalui program Zakat Community Development, yang mengalokasikan dana Rp 30 juta, guna bantuan fasilitas kesehatan bagi 8 rumah tidak layak huni (RTLH).

“Juga bantuan pengembangan usaha, sebesar Rp 15 juta bagi 10 pelaku usaha mikro,” kata dia.

Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan juga berkolaborasi dengan Dekopinda dan panitia Harkop ke-74, untuk membantu memperbaik sarana unit produksi usaha, dengan alokasi anggaran Rp 10 juta pada dua pemilik RTLH.

Selain itu ada pula kerja sama dengan Dindikbud, untuk menyosialisasikan sekaligus menyukseskan program ‘Ayo Kudu Sekolah’.

Kemudian memastikan Gerakan ‘Njajan Njo’ bagi ASN/pegawai BUMN/BUMD yang merupakan program Pemkab sebagai langkah konkret untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku ekonomi mikro. Dan aksi nyata, pihaknya telah mengajak ASN untuk njajan, transaksinya mencapai Rp. 29 juta. (HS-08)

Share This

Ganjar Tegaskan Dukungan Berantas Mafia Tanah

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Pekalongan Terjunkan Petugas Bersihkan Sungai dari Eceng Gondok