in

Konflik Desa Purwosari Sukorejo Diselesaikan Secara Damai

Sekretaris Desa Purwosari, Ribut Sudiyono dan perwakilan warga sepakat berdamai, disaksikan Kuasa hukum pelapor, Sugeng dan Ketua Ormas Ronggolawe, Erick di Mapolres Kendal, Senin (19/7/2021).

 

HALO KENDAL – Forum Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi) Kabupaten Kendal, memediasi penyelesaian permasalahan konflik di Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal secara kekeluargaan.

Hal ini disampaikan Budi Ristanto selaku Ketua Forsekdesi Kendal, dalam pertemuan mediasi penyelesaian permasalahan di Mapolres Kendal, Senin (19/7/2021).

Menurut Budi, buntut protes warga yang menginginkan Sekretaris Desa (carik) Desa Purwosari untuk mundur beberapa waktu lalu, mengakibatkan persoalan horisontal di wilayah tersebut.

“Kemudian terjadi pengerusakan balai desa oleh sejumlah oknum warga sekitar pertengahan 2020 lalu,” ujarnya.

“Karena sudah terjadi pembicaraan dan pembahasan, maka pada hari ini kami sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Hal itu setelah ditetapkannya beberapa warga yang diduga melakukan pengerusakan balai desa sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Namun perkembangannya, Pak Kades dan Pak Sekdes sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ungkap Budi.

Sementara itu Kepala Desa Purwosari, Miadi mengaku, belasan warga memang sudah dipanggil tiga kali oleh pihak kepolisian guna keperluan pemeriksaan. Karena warga tidak datang, sehingga sempat akan dilakukan penjemputan paksa oleh petugas kepolisian.

“Saat akan dilakukan penjemputan paksa oleh petugas kepolisian, kami meminta untuk tidak dilakukan. Ya bagaimana pun mereka adalah warga kami yang harus kami lindungi dan persoalan ini akan kami selesaikan secara kekeluargaan,” kata Kades.

Miadi juga mengungkapkan, ia bersama sekretarisnya terus berusaha memberikan pemahaman kepada warga. Sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang di kemudian hari.

“Kami tahu, anak-anak ini cuma ikut-ikutan. Karena mereka tidak tahu apa-apa. Kami berikan pengertian kepada mereka untuk bersama membangun Desa Purwosari tercinta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pelapor, Sugeng menambahkan, pertemuan hari ini dalam rangka perdamaian antara pihak terlapor dengan Sekdes Purwosari selaku pelapor.

Laporan yang dibuat bulan Agustus 2020 lalu, hari ini menemukan titik temu dan sepakat menyelesaikan secara damai.

“Kesepakatan perdamaian dibuat dengan bukti hitam di atas putih ini, agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Hal ini didasarkan kebesaran hati Pak Carik (sekdes), bahwa semua adalah warganya. Sehingga bisa bersama-sama membangun Desa Purwosari,” jelasnya.

Setelah acara pertemuan di ruang Satreskrim Polres Kendal, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan oleh para pelaku pengrusakan dan pihak Sekretaris Desa Purwosari.

Poin-poin yang ada di dalam pernyataan yang ditandatangani aktara pihak pelapor dengan terlapor diantaranya, tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan jika mengulangi siap untuk diproses secara hukum. Selain itu warga juga siap mendukung Pemerintah Desa Purwosari dalam rangka pembangunan desa.(HS)

Share This

Gencarnya Sorotan Masyarakat Terkait Penertiban PPKM Darurat, Polsek Ngaliyan Terapkan Prinsip Humanis

Masjid Agung Kauman Semarang Tiadakan Salat Idul Adha