in

Kompolnas menilai Densus 88 Indonesia Pasukan Antiteror Terbaik di Dunia

Foto : Tribratanews.polri.go.id

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti, menilai Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, merupakan salah satu pasukan antiteror terbaik di dunia.

“Densus 88 sejak didirikan, hingga saat ini, sudah berhasil menegakkan hukum terhadap para teroris di Indonesia. Bahkan dengan prestasinya, Densus 88 menjadi salah satu detasemen antiteror terbaik di dunia,” kata dia, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Sabtu (9/10).

Menurut dia, Kompolnas sebagai pengawas fungsional Polri, termasuk Densus 88 di dalamnya, sangat mengapresiasi kinerja detasemen antiteror yang sangat efektif dan profesional.

Tidak hanya Kompolnas, dunia internasional juga menghargai profesionalitas kinerja Densus 88. Poengky pun membagikan beberapa artikel, yang memuat narasi tentang Densus 88 Antiteror.

Seperti pada tahun 2016, Reuters menulis artikel berjudul “Fighting back: How Indonesia’s elite police turned the tide on militants”.

Dalam artikel tersebut, Profesor Riset dan Ekspor Terorisme di Global Islamic Politics di Alfred Deakin Institute, Melbourne Greg Barton, mengatakan Densus 88 telah menjadi lebih baik daripada kelompok kontraterorisme lainnya di dunia.

Artikel berikutnya tahun 2018 ditulis oleh The Conversation dengan judul “How Indonesia’s counter-terrorism a model for the region” (Bagaimana kekuatan kontra-terorisme Indonesia telah menjadi model bagi kawasan, Red).

Poengky juga membagikan artikel pernyataan Sidney Jones, pengamat masalah terorisme dari International Crisis Group yang dipublikasikan oleh Republik.co.id berjudul “Sidney Jones : Pemberantasan Teroris di Indonesia yang terbaik”, artikel diterbitkan November 2011.

Dengan segudang prestasi Densus 88 tersebut, Poengky menyampaikan rasa herannya dengan cuitan anggota DPR RI dari fraksi Gerindra, Fadli Zon yang meminta Densus 88 dibubarkan.

Sementara itu sebelumnya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, dalam cuitannya melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, menyebut bahwa Densus 88 Antiteror Polri sebaiknya dibubarkan.

Dia juga me-retweet sebuah berita berjudul ‘Densus 88 Klaim Taliban Menginspirasi Teroris Indonesia.

Melalui cuitan lainnya yang diunggah Sabtu (9/10), Fadli Zon mempertanyakan mengapa Polri belum juga menurunkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, untuk memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Sejak April 2021 lalu, Pemerintah resmi menetapkan KKB Papua sebagai teroris serta seluruh organisasi dan orang-orang yang tergabung di dalamnya, dan yang mendukung gerakan tersebut.

“Densus 88 tidak ditugaskan untuk menghadapi KKB Papua. Kenapa ?,” tanya Fadli Zon melalui akun Twitter @fadlizon, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Ia menilai Densus 88 kerap diturunkan adalah sasaran tertentu. Fadli Zon tidak melanjutkan cuitannya siapa sasaran tertentu bagi Densus 88.

Berbagai cuitan Fadli Zon itu, kemudian memicu tanggapan dari berbagai pihak. Pengamat sosial politik, yang juga Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM), Syukron Jamal menilai usul pembubaran Densus 88 dengan narasi islamofobia itu justru sangat berbahaya.

“Saya melihat narasi islamofobia yang digulirkan itu sangat berbahaya. Kita negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, yang menganut demokrasi. Menggulirkan isu islamophobia dalam penanganan aksi terorisme oleh Densus 88, menggambarkan yang bersangkutan tidak memahami dan sekaligus menafikan karakteristik mayoritas masyarakat muslim Indonesia yang ramah, toleran dan anti-kekerasan,” kata Syukron, baru-baru ini.

Dia menegaskan bawa Islam tidak mengajarkan kekerasan, radikalisme, dan terorisme.

Paham dan gerakan-gerakan kelompok radikal itulah yang merusak citra Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

“Upaya memerangi paham dan kelompok-kelompok radikal tersebut, justru harus kita dukung bersama bukan sebaliknya,” tambahnya.

Pendapat senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Dia menyampaikan pemberantasan terorisme di Indonesia, masih membutuhkan bantuan Densus 88.

“Saya melihat kehadiran Densus 88 sangat dibutuhkan, karena jelas sangat bermanfaat dalam memberantas teroris-teroris,” kata Sahroni. (HS-08)

Share This

Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Sembako untuk 120 Warga di Sekitar TPA Blondo

PPKM Level 3, Polres Banjarnegara Gelar Operasi Yustisi