in

Komplain Dari Pelanggan Dijadikan Motivasi Nona Martabak

Ainy Luthfi Zakiyya, pemilik Nona Martabak.

 

MERINTIS usaha memang bukan perkara gampang, apalagi dilakukan mulai dari nol. Selain dibutuhkan komitmen dan kerja keras, upaya-upaya instrospeksi dan meningkatkan kualitas produk menjadi satu di antara kunci keberhasilan.

Hal inilah yang dilakoni Ainy Luthfi Zakiyya, pemilik Nona Martabak. Bersama dengan suami, ia telah memiliki tiga outlet, dan saat ini tengah mengembangkan bisnisnya dalam bentuk waralaba atau franchise.

“Awalnya waktu itu saya dan suami sempat tidak bekerja. Tapi masih punya simpanan tabungan, terbesit membuka usaha dengan modal itu, karena keluarga dari suami juga punya usaha martabak, akhirnya kami belajar dan ikut mendirikan,” kata Zakiyya kepada halosemarang.id, Senin (12/7/2021).

Ia mengawali debut di dunia kuliner pada tahun 2017. Sejak saat itu, banyak hal pahit yang ia lalui bersama suaminya. Kendati demikian, ia terus berinovasi dan tidak patah semangat mengembangkan bisnisnya.

“Kami pernah merasakan sehari tidak ada yang beli, sehari cuma satu. Itu bener-bener proses yang kita nikmatin aja,” terangnya.

Menjaga kualitas produk menjadi kunci penting yang Zakiyya terapkan pada bisnisnya. Ia tidak enggan menerima kritik dan melakukan perbandingan dengan toko lain untuk tahu apa yang harus ditingkatkan pada produknya.

“Ada orang berjualan yang tidak mau ketika dikritik pelanggan, kebalikan saya malah suka. Kalau ada yang komplain dari pelanggan, aku langsung melihat mana yang bisa diperbaiki dengan diskusi bareng karyawan,” paparnya.

Berawal dari gerobak dorong, kini Nona Martabak sudah memiliki tiga outlet yang terletak di daerah Jalan Fatmawati, Ngaliyan, dan Sambiroto dengan masing-masing tiap outlet terdapat tiga orang karyawan.

Kini, Zakiya sedang mempersiapkan dua outlet yang akan ditempatkan di daerah lain dalam Kota Semarang. Bahkan, tidak hanya itu, karena banyak yang minat ingin bekerja sama, ia membuka ruang bisnisnya menjadi bentuk waralaba yang dinamai Martabak Arjuno.

“Kenapa kok saya bikin Arjuno, karena kebanyakan orang yang mau join Nona Martabak keberatan harganya karena franchise Nona Martabak kan Rp 50 jutaan. Kalau Arjuno Rp 20 juta sudah bisa langsung jualan. Kalau Arjuno di gerobak aja pinggir jalan. Tapi tentunya dengan kualitas yang sama dengan Nona Martabak,” imbuhnya.

Ke depan, Zakiyya berharap agar usahanya dapat menjangkau lebih luas tak hanya masyarakat di Kota Semarang, tetapi juga ke luar kota.

“Ingin mengepakkan sayap, Nona Martabak jangkauannya lebih luas lagi sampai ke luar kota,” pungkasnya.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Senin (12/7/2021)

433 Peserta Didik MAN 1 Kota Semarang Ikuti Matsama Secara Daring