Kompetisi Diundur, Pemain PSIS Diliburkan Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Para pemain PSIS saat berlatih di Stadion Citarum, Senin (21/09/20). (Foto dok PSIS).

 

HALO SEMARANG – Kepastian diundurnya lanjutan kompetisi Liga 1 2020, membuat rencana dan jadwal latihan PSIS berantakan.

Sambil menunggu kepastian dan kejelasan soal jadwal kompetisi, manajemen PSIS memutuskan untuk meliburkan pemain dari program latihan.

General Manajer PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto mengatakan, pihaknya juga belum memutuskan berapa lama pemain diliburkan dari program latihan.

“Libur sampai batas waktu yang belum kami tentukan. Sambil menunggu ada kepastian dan kejelasan lanjutan liga. Baik dari PSSI, PT LIB, maupun dari pihak keamanan,” katanya, Rabu (30/9/2020).

Dikatakan, pihaknya juga menyayangkan soal penundaan lanjutan kompetisi Liga 1 2020 ini. Dikarenakan secara umum, PSIS sudah mempersiapkan secara penuh, bahkan sudah siap menjalani laga.

“Namun kami tetap menghargai keputusan ini. Meski sebenarnya kami sudah sangat siap menjalani lanjutan kompetisi,” tegasnya.

Sebelumnya, PSSI resmi menunda penyelenggaraan kompetisi Liga 1 2020 karena tidak mendapat izin dari Kepolisian Republik Indonesia, selaku penanggung jawab keamanan di wilayah Tanah Air.

Hal ini disampaikan oleh ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan saat jumpa pers bersama Menpora Zainudin Amali di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (29/09/20) siang.

PSSI berharap kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali bisa digelar bulan November. Jika kompetisi digelar pada November 2020 akan selesai Maret 2021.

Namun, jika kompetisi digelar pada Desember 2020 atau Januari 2021 dipastikan kompetisi sulit dilaksanakan.

“Kalau dilanjutkan Desember atau Januari 2021, sulit bagi PT Liga Indonesia Baru untuk memutar kompetisi. Sebab, April sudah memasuki bulan puasa dan Mei-Juni, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Jadi kalau dipaksakan pun pada bulan Agustus 2021. Tetapi, itu juga sulit bagi PSSI dan klub-klub Liga 1 untuk mengikuti agenda FIFA dan AFC,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Tak hanya itu, jika tidak ada kompetisi tahun ini hingga tahun depan akan menghilangkan satu generasi. Sebab dalam satu tahun banyak pemain yang tidak bisa mengikuti kompetisi, baik di Liga 1, Liga 2 maupun Liga 3.

”Tentunya akibat penundaan dari kompetisi ini, dampak langsungnya kepada pemain, perangkat pertandingan dan seluruh ekosistem sepak bola. Sebab mereka menggantungkan hidupnya dari sepak bola,” ujar Iriawan.

Sementara CEO PSIS, Yoyok Sukawi menegaskan, PSIS sangat dirugikan dengan penundaan kompetisi yang tingga hitungan hari.

Menurutnya keputusan tersebut seperti pukulan telak untuk Laskar Mahesa Jenar, karena sudah melakukan persiapan secara maksimal dalam satu bulan terakhir.

“Tentu kami cukup terpukul dengan keputusan ini. Namun kami menghormati keputusan yang sudah ada. Secepatnya kami akan kumpul duduk satu meja antara pemain, official dan manajemen untuk membahas langkah kami ke depan,” ujar Yoyok Sukawi.

Selain itu, manajemen PSIS juga memutuskan untuk menghentikan latihan sementara sambil menunggu keputusan bulat dari PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan pemerintah terkait izin penyelanggaraan Liga 1 2020.

“Latihan untuk sementara juga kami liburkan melihat situasi seperti ini. Jika semuanya memang sudah oke, baru kami berani kumpulkan pemain lagi,” pungkas Yoyok Sukawi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.