in

Kompetisi BRI Liga 1 Jadi Pemicu Bangkitnya UMKM

Pertandingan BRI Liga 1 Persipura Jayapura melawan Bali United. (Foto: Liga Indonesia Baru)

HALO SPORT – Liga sepak bola tak sekadar kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Kompetisi yang memulihkan gairah sepak bola dengan pertandingan yang kompetitif, tetapi juga membangkitkan kehidupan ekonomi. Termasuk ekonomi kerakyatan melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang hadir di pertandingan sepak bola.

Liga Indonesia hadir dengan level persaingan yang sangat kompetitif. Persaingan ketat ini di luar prediksi mengingat liga sempat disebut-sebut ‘dipaksakan’ bergulir saat klub-klub harus beristirahat dari aktivitas sepak bola. Ditundanya liga karena pandemi membuat klub memilih untuk konsolidasi sambil mematangkan persiapan menghadapi musim berikutnya.

Namun penyelenggaraan turnamen Piala Menpora 2021 yang berjalan lancar dan aman dengan protokol kesehatan (prokes) ketat menjadi sinyal digulirkannya liga. Saat pandemi belum berakhir, gelaran Piala Menpora menjadi terobosan dan izin keramaian berpeluang dikantungi PSSI. Tak salah, kompetisi yang paling ditunggu oleh siapa pun akhirnya terlaksana.

Meski sempat mendapat cap ‘asal digelar’, liga ternyata menyajikan kompetisi yang ketat. Para pelatih yang dinilai gagal mengangkat tim menjadi korban. Termasuk Jackson F. Tiago dan Dejan Antonic, misalnya, harus meletakkan jabatan sebagai pelatih Persipura Jayapura dan PSS Sleman.

Persaingan di papan atas lebih gila. Penghuni 5 besar kerap berubah. Terutama posisi puncak yang secara bergantian dikuasai sejumlah klub. Mulai dari PSIS Semarang, Bhayangkara FC, Arema FC, Persib Bandung dan Bali United sempat mencicipi tahta klasemen.

Hanya ada juga yang tak konsisten. PSIS yang sebelumnya tak pernah terlempar dari 5 besar, kini harus rela berada di papan tengah. Sebaliknya, Persipura, klub legendaris dengan sejumlah titel liga, terancam turun kasta bila tidak segera keluar dari zona degradasi.

Kompetisi yang menarik dan penuh gereget sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan sajian pertandingan yang menghibur. Mereka memang tidak bisa datang ke stadion karena belum ada izin penonton menyaksikan pertandingan secara langsung. Namun masyarakat bisa menyaksikan di televisi karena semua pertandingan disiarkan secara live.

Tontonan pertandingan, meski di televisi, tetap mengasyikkan. Prediksi juara pun disusun ulang karena sampai saat ini belum ada klub yang sudah yakin meraih titel liga.

Tak sekadar menyajikan kompetisi yang kompetitif, liga sepak bola sesungguhnya memberi dampak luas dalam kehidupan masyarakat. Itulah mengapa BRI Liga 1 ditunggu siapa pun. Para pesepak bola dan semua yang terlibat kembali mendapatkan pekerjaan yang pernah hilang dan sempat memaksa sebagian di antara mereka beralih profesi untuk sementara waktu.

Kompetisi BRI Liga 1 pun menjadi pemicu bangkitnya ekonomi. Tidak ketinggalan UMKM yang kembali tumbuh dan bergerak. Bahkan UMKM dengan produksi atau karya yang tidak berhubungan langsung dengan sepak bola pun merasakan kebangkitan itu.

“Sepak bola menjadi berkah bagi pelaku UMKM seperti saya karena menandai bangkitnya usaha-usaha kecil, mikro dan menengah. Meski produk tidak terkait dengan sepak bola, namun digulirkannya kembali liga seperti menandai bila ekonomi di tanah air itu sudah hidup dan bergerak. Orang pun kembali beraktivitas dalam kegiatan ekonomi,” ujar Roy Wibisono Anang Prabowo, CEO sekaligus owner Naruna Ceramic, UMKM yang bergerak dalam pembuatan cangkir dari keramik di Salatiga, Jawa Tengah.

Cangkir produksi dari UMKM Naruna Ceramic yang berlokasi di Salatiga. (Foto: Naruna Ceramic)

Tak Identik Sepak Bola

Naruna Ceramic memang tidak membuat produk yang identik dengan sepak bola seperti jersey, bola, sepatu bola dan sejenisnya. Namun keramik produksinya yang masuk restoran, kafe dan rumah termasuk menjadi buruan. Secangkir kopi atau teh menemani mereka yang menonton pertandingan di rumah atau kafe.

“Cangkir kami tidak terkait langsung dengan sepak bola. Namun penjualan produk kami mengalami peningkatan pesat dari kafe-kafe. Setelah kami telusuri, kafe atau resto yang mengajukan pemesanan cangkir itu menggelar kegiatan nonton bareng liga maupun tim nasional Indonesia. Khususnya saat timnas berlaga di Piala AFF tahun lalu. Ini tidak hanya di satu atau dua tetapi banyak kafe yang memesan cangkir,” kata Roy yang menjadi juara nasional Pengusaha Muda BRILIAN Indonesia 2020.

Berkah dari sepak bola karena menghidupkan roda ekonomi rakyat. Saat pandemi melanda yang memaksa kompetisi harus berhenti, omzet Naruna Ceramic mengalami penurunan drastis. Menurut Roy saat itu banyak UMKM yang mengalami kesulitan dan mereka harus bersusah-payah untuk bangkit.

Situasi mulai membaik setelah pandemi surut meski tak sepenuhnya hilang. Status PPKM yang terus turun sampai pada level 1 dan 2 menjadikan ekonomi kembali bergairah. Apalagi, pemerintah melalui Polri mengeluarkan izin keramaian sehingga PSSI bisa melaksanakan kompetisi yang dikelola PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“Saat pandemi, omzet kami mengalami penurunan drastis menjadi hanya 300 juta rupiah setiap bulan. Saat kegiatan sepak bola dilaksanakan, situasi seperti mengalami perubahan. Omzet kami pun mengalami kenaikan sampai hampir dua kali lipat. Kini, omzet sudah mencapai 500 juta rupiah setiap bulan. Angka itu terus mengalami kenaikan,” ujar dia.

Setelah situasi normal, UMKM secara pelahan bangkit. Dan dibukanya izin keramaian dari Polri sehingga PT LIB bisa menggulirkan BRI Liga 1 menjadikan UMKM bisa lebih cepat pulih dan bangkit.

Menurut Roy, kenaikan omzet yang signifikan memang dirasakan UMKM yang bergerak di bidang garmen seperti kaos atau jersey bola. Dari puluhan UMKM yang berada di bawah pembinaannya, UMKM yang memproduksi kaos suporter di Salatiga mengalami kenaikan yang luar biasa.

“Salah satu binaan kami makin berkembang karena order kaos suporter tak berhenti mengalir. Dia menerima pemesanan dari suporter PSIS dan klub lain. Saya senang karena sepak bola menjadi berkah bagi pelaku UMKM,” ucap Roy yang memenangi Festival Kreatif Lokal 2021 bidang kriya yang digelar Adira Finance dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Dampak Luar Biasa dari Sepak Bola

Kebangkitan UMKM turut dialami AA Konveksi di Sukoharjo, Jateng, yang bergerak di bidang fesyen dengan memproduksi baju anak. Bahkan Haidar Eka Putra, owner dari konveksi tersebut, menyebut liga sepak bola membuat usahanya kembali moncer.

“Sepak bola mungkin tidak dipandang mampu memberi dampak bagi ekonomi kecil seperti yang saya geluti. Tetapi bagi saya ini memberi dampak luar biasa. Ekonomi tumbuh lagi dan ada terobosan dalam usaha saya,” kata Haidar.

Haidar menuturkan selama ini usaha garmen dalam bentuk baju anak hanya mengandalkan pesanan dari daerah sekitar. Kini, AA Konveksi menjadi mitra sebuah brand fesyen ibukota.

“Ini menjadi terobosan karena kami harus memenuhi permintaan dari desainer fesyen yang sudah terkenal. Permintaan produksi disesuaikan dengan kapasitas kami. Sebetulnya ada penawaran untuk memproduksi kaos bola. Permintaan ini muncul setelah sepak bola kembali ramai. Tetapi saya tak bisa memenuhi permintaan itu,” ujarnya.

Sepak bola dan kompetisi yang menjadi pemicu kebangkitan UMKM sesungguhnya juga dicermati Dr. Hempri Suyatna yang menjadi dosen di UGM. Kompetisi memang telah menghidupkan ekonomi kecil dan menengah seperti yang digaungkan PSSI dan PT LIB meski masyarakat belum bisa menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung.

“Bila pertandingan ada penonton, kebangkitan ekonomi benar-benar dirasakan oleh pelaku UMKM. Namun dalam situasi seperti ini saja, ekonomi rakyat sudah bangkit. Ini tentu hal yang bagus,” ucap Hempri yang juga menjadi peneliti Studi Ekonomi Kerakyatan UGM ini.

Hanya PSSI tetap perlu melakukan riset mengenai kebangkitan ekonomi rakyat khususnya UMKM dengan bergulirnya kompetisi. Dengan demikian BRI Liga 1 tidak hanya meningkatkan prestasi sepak bola nasional, tetapi juga menumbuhkan dan membangkitkan UMKM nasional.(HS)

Hanya Butuh 3 Menit 23 Detik untuk Kalahkan Green, Islam Makhachev Minta Pertarungan Perebutan Gelar

HUT Ke-451 Banjarnegara, Lambang Daerah Baru Diluncurkan