Komisi X DPR RI Kagum Dengan Kemajuan Pariwisata Kota Semarang

Pjs Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto menyambut kunjungan dari DPR RI di Balai Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang kedatangan rombongan dari Komisi X DPR RI. Diketuai oleh Agustina Wilujeng Pramestuti, kedatangan rombongan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran kondisi bidang pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, pemuda dan olahraga, serta perpustakaan.

Jika ada informasi dan kendala yang diperoleh dari kunjungan ini, nantinya akan dijadikan rekomendasi ke pemerintah pusat.

Menerima langsung kunjungan rombongan DPR RI, Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto memberikan apresiasi atas kedatangan tim Komisi X yang mayoritas berasal dari Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Tentu saya merasa senang karena Kota Semarang sangat diperhatikan oleh rekan-rekan legislatif RI. Bagaimana mereka menggali informasi sejauh mana Pemerintah Kota Semarang menangani berbagai bidang pada masa pandemi, serta menjadi mediator dengan pemerintah pusat terkait kendala-kendala yang kami alami,” tutur Tavip.

Pihaknya bersyukur, selama tujuh bulan masa pandemi, meskipun ekonomi sempat lesu Kota Semarang masih tergolong kondusif.

Alih-alih melakukan PSBB, Pemkot Semarang hanya memberlakukan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Prinsipnya bagaimana dapat menekan penularan Covid-19 namun tetap dapat mengembalikan kegiatan ekonomi masyarakat agar perekonomian di Kota Semarang dapat semakin bangkit,” lanjut Tavip.

Sementara Ketua Tim Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti mengemukakan, bahwa dirinya dan tim Komisi X juga sedang melakukan pengawasan terkait program apa saja dari pemerintah pusat yang menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Semarang.

Seperti bidang pendidikan, bagaimana kurikulum pendidikan saat ini, penghapusan ujian nasional, realisasi dana bos, dan sistem pembelajaran jarak jauh.

Selain itu pihaknya juga meminta gambaran bagaimana pengembangan cagar budaya saat pandemi, kondisi seniman dan budayawan, serta gambaran pariwisata dan ekonomi kreatif, dan langkah penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam rangka pemulihan pariwisata dan penguatan ekonomi kreatif.

“Dalam rangka reses ini kami pilih Kota Semarang karena sedang jadi pilot project terkait bidang pariwisata. Mungkin ada beberapa daerah yang memiliki potensi lebih dari Kota Semarang namun pariwisatanya tidak begitu maju. Untuk itu kami melakukan pendalaman guna meningkatkan pariwisata di Kota Semarang,” ujar Agustina.

Menurutnya meskipun tidak banyak APBD yang digulirkan, namun kondisi pariwisata di Kota Semarang tetap maju, bahkan sangat berkembang.

Dia berpendapat, bahwa hal ini dikarenakan gaya kepemimpinan serta masyarakat yang cukup kooperatif, sehingga membawa pariwisata Kota Semarang ini menjadi yang cukup diperhitungkan.

“Coba bisa kita lihat Kota Lama Semarang, sejatinya hanya sederetan bangunan kuno tapi mengapa orang-orang betah ke sana. Kami akan lihat bagaimana Little Netherland itu dan pesona akan eksotisme Kota Lama,” tuturnya bangga.

Dengan progres yang sedemikian pesat, dirinya berjanji akan terus berjuang untuk meningkatkan bantuan dari pemerintah pusat.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.