Komisi X Desak Menteri Pendidikan Segera Selesaikan Dugaan Plagiasi Unnes

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng saat menjadi pembicara dalam Sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan di kampus FIB Undip Tembalang, Semarang, Rabu (4/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Kasus dugaan plagiasi yang menyatut nama Rektor Universitas Negeri Semarang, Fathur Rokhman mendapat tanggapan dari Komisi X DPR RI.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng mendorong agar kasus dugaan plagiasi Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), bisa segera diselesaikan oleh menteri pendidikan. Hal tersebut mendesak, karena menyangkut nama baik institusi pendidikan tinggi Unnes.

- Advertisement -

“Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, akan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim turun tangan agar persoalan ini bisa segera diselesaikan. Saya kasihan sama Unnes. Kan sudah masuk peringkat 175 besar Asia sebagai perguruan tinggi terbaik. Untuk menjaga martabat pendidikan tinggi itu, harus ada kejelasan kasus,” paparnya, usai Sosialiasi 4 Pilar Kebangsaan di kampus FIB Undip Tembalang, Semarang, Rabu (4/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Aguatina Wilujeng memang tidak menyebut nama perseorangan dalam kasus ini. Namun menurutnya jika memang tidak ada plagiasi seperti yang dituduhkan, perlu ada langkah cepat untuk pemulihan nama baik. Sebaliknya, jika ternyata terbukti, maka oknum tersebut harus berani menerima konsekuensi atas apa yang telah dilakukan.

“Kalau tidak ada masalah harus ada pembersihan nama, harus cepat. Namun kalau terbukti, ya harus ada pertanggung jawaban. Menteri pendidikan harus ambil langkah cepat, ini harkat martabat perguruan tinggi. Saya minta Pak Menteri turun tangan segera, kasihan Unnes,” imbuhnya.

Persoalan ini sebelumnya sudah terjawab di era Kemenristekdikti di bawah Menteri M Nasir. Kala itu, disampaikan bahwa tidak ditemukan unsur plagiasi dalam dugaan kasus yang menyeret nama Rektor Unnes tersebut. Namun ternyata persoalan tersebut kembali mencuat dan belum selesai.

Pengaduan kembali dilayangkan ke Senat UGM, hingga akhirnya Rektor Unnes dipanggil untuk memberikan keterangan di hadapan anggota Senat UGM pada akhir November lalu.

Sebelumnya, disertasi Fathur berjudul ‘Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas’ yang ditulis tahun 2003 diduga hasil plagiat.
Dalam surat aduan yang dilayangkan ke UGM, Fathur disebut menjiplak skripsi eks mahasiswa Unnes, Ristin Setiyani, berjudul ‘Pilihan Ragam Bahasa dalam Wacana Laras Agama Islam di Pondok Pesantren Islam Salafi Al-Falah Mangunsari Banyumas.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.