in

Komisi II DPR RI Berharap, Pilkada Kota Semarang Tidak Munculkan Klaster Baru Covid-19

Wakil Ketua Komisi II, DPR RI dari Fraksi Nasdem, Saan Mustofa saat diwawancarai awak media usai acara kunjungan kerja terkait kesiapan penyelenggaraan gelaran Pilwalkot tahun 2020 di Lantai 8 Balai Kota Semarang, Senin, (30/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Saan Mustofa berharap pelaksanaan gelaran Pilkada Kota Semarang tahun 2020 tidak memunculkan klaster baru penularan Covid-19.

Apalagi saat ini, angka Covid-19 di Kota Semarang meningkat jelang pencoblosan Pilwalkot tahun 2020, pada 9 Desember 2020.

Politisi dari Nasdem ini mengatakan, dalam kunjungan di Kota Semarang ini juga menekankan protokol kesehatan dijalani dengan benar di tiap tahapan Pilwalkot.

“Ini penting agar pelaksanaan Pilkada yang tinggal hitungan hari ini bisa berjalan dengan lancar dan aman. Untuk itu dipastikan dari jajaran KPU, Bawaslu, dan pemerintah kota, TNI serta Polri bisa bersinergi, agar masyarakat berpartisipasi bisa menyalurkan haknya dengan aman di tengah pandemi,” imbuhnya.

Pihaknya juga berharap, tingkat partisipasi masyarakat Kota Semarang bisa meningkat sesuai target dari KPU Pusat sebesar 77 persen. Untuk itu, bagi penyelenggara Pemilu diharapkan bisa kerja keras lagi mensosialisikan hingga ke tingkat bawah.

Sementara itu, Pjs Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto mengatakan,  kegiatan kunjungan kerja dari DPR RI ini memang fokus memantau kesiapan Pilkada serentak tahun 2020.

“Mereka juga memberikan apresiasi pada persiapan yang telah kita laksanakan. KPU, Bawaslu bersama untuk berkolaborasi mempersiapkan supaya Pilkada berjalan dengan aman dan sehat,” katanya.

Tavip menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan simulasi pelaksanaan Pilwalkot, sehingga tinggal teknis pelaksanaannya.

“Kami terus mensosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan saat gelaran Pilkada sudah dilaksanakan,” imbuhnya.

Memang selama dua hari ini, kata Tavip ada peningkatan angka Covid-19.

“Kami melakukan upaya operasi yustisi di perkantoran dan tempat publik, terkait kerumunan di ruang publik. Masih fokus di situ untuk memutus mata rantai Covid-19, di Kota Semarang,” pungkasnya.(HS)

Share This

Langgar Protokol Kesehatan, Dusun Semilir Ditutup Sementara

Bukan Hanya Penerapan Protokol Kesehatan, Perizinan Dusun Semilir Juga Dipersoalkan