Komisi E DPRD Jateng: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Harus Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Komisi E DPRD Jateng pantau uji coba pembelajaran tatap muka di SMA 1 Parakan Temanggung, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Komisi E DPRD Jawa Tengah mengimbau sekolah yang telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka, untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Messi Widiastuti mengatakan, pihak sekolah yang telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Menurutnya, setiap sekolah harus menyediakan hand sanitizer, melakukan pengecekan suhu kepada siswa-siswi saat datang dan pulang sekolah, termasuk bagi guru dan tenaga pengajar lain.

“Selain itu, perihal interaksi antarsiswa perlu mendapat perhatian agar dapat memberikan rasa aman bagi siswa saat mengikuti pembelajaran tatap muka. Selain itu penggunaan masker bagi siswa maupun guru juga sangat penting,” ujarnya saat melaksanakan pantauan uji coba pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1 Parakan, Kabupaten Temanggung, Selasa (8/9/2020).

Kepala SMA 1 Parakan, Retno Herwanto menjelaskan, pihaknya selalui mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan Gugus Tugas Covid-19 dalam melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

Menurutnya, petugas sekolah melakukan pengecekan suhu badan kepada siswa-siswi sebelum masuk sekolah dan menyediakan hand sanitizer.

“Siswa, guru, tenaga pendidikan lain wajib mengenakan masker, mencuci tangan setiap saat. Kami tidak ingin siswa-siswi terpapar virus Covid-19 dan menjadi klaster baru. Termasuk jaga jarak saat berada di sekolah,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Muh Zen menambahkan, dari pantauan yang telah dilaksanakan, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hari kedua uji coba pembelajaran tatap muka berjalan dengan lancar dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Namun demikian, lanjutnya, akses siswa ke sekolah harus diperhatikan.

“Untuk menghidari kontak secara langsung di angkutan umum, saat ini sedang melakukan upaya dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, dan OPD terkait untuk menyediakan angkutan bagi para siswa yang mengikuti proses KBM tatap muka secara langsung di sekolah,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VIII, Nikmah Nurbaiti menambahkan, untuk alat transportasi khusus untuk siswa-siswi yang berangkat ke sekolah, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait.

“Akan diberikan jarak pada tempat duduknya dan membatasi jumlah penupang untuk mengantar siswa ke sekolah,” tuturnya.

Seperti diketahui, terhitung 7 September 2020, Pemprov Jateng menggelar uji coba sekolah tatap muka di Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung. Ada tujuh sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project, yakni SMAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung, SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo, serta SMAN 2 dan SMKN 2 Kota Tegal serta satu sekolah swasta di Tegal, yakni SMA Pius.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.