Kominfo Siapkan Kebijakan Dorong Akselerasi Jaringan 5G

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G  Plate. (Foto : Kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini sedang mempersiapkan penerapan jaringan 5G, yang akan menjadi tulang punggung transformasi digital di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G  Plate, saat menyampaikan keynote speech, dalam International Virtual Conference: Indonesia 5G Roadmap and Digital Transformation, dari Jakarta, Kamis (10/12).

Dia mengatakan perubahan dunia yang begitu cepat. Kemajuan tersebut juga memengaruhi sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini, para pelaku ekonomi juga makin banyak yang bertransaksi melalui e-commerce. Data Bank Indonesia mengindikasikan, hingga Agustus 2020 terdapat 140 juta total transaksi e-commerce di Indonesia.

Kemajuan ini mendorong Indonesia, untuk melakukan percepatan proses transformasi digital. Salah satu yang dibutuhkan adalah menyiapkan penerapan jaringan 5G, yang akan menjadi tulang punggung transformasi digital di Indonesia.

Menteri Johnny menyatakan, jaringan 5G akan menjadi game changer  atau pengubah permainan dengan dampak yang luas, pada konektivitas di Indonesia. Bahkan menjadi tulang punggung transformasi digital dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

“Kami percaya bahwa kami harus bekerja keras untuk melaksanakan tugas besar kami, dalam mengadopsi teknologi baru ini, untuk meningkatkan produktivitas melalui jaringan 5G dalam waktu dekat,” tegasnya.

Menurut Menteri Kominfo saat ini digitalisasi dan konektivitas sudah memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kesetaraan peluang, akses dan inklusi, dan 5G akan mempercepatnya.

“Pemerintah Indonesia telah menginisiasi beberapa kebijakan dan tindakan afirmatif untuk mendorong percepatan pengenalan 5G di Indonesia,” tegasnya.

Menteri Johnny menegaskan, Kementerian Kominfo memanfaatkan momentum itu untuk mengurangi kesenjangan digital yang ada. “Memanfaatkan momentum ini, Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) berupaya keras untuk menjembatani kesenjangan digital yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Menurut Menteri Kominfo, hingga saat ini Pemerintah Indonesia telah membangun lebih dari 348.000 kilometer kabel serat optik darat dan bawah laut. Termasuk lebih dari 12.000 kilometer Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring BAKTI Kominfo.

“Indonesia juga telah membangun lebih dari 500.000 base transceiver station (BTS) dan memanfaatkan 9 satelit untuk memenuhi kebutuhan domestik akan konektivitas yang memadai. Selain itu, kami juga berencana meluncurkan High-Throughput Satellite 150 Gbps SATRIA-1 yang dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun 2023,” jelasnya memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia.

Menteri Johnny menyatakan upaya pembangunan itu merupakan bagian dari penyiapan pengembagan jaringan 5G di Indonesia.

“Infrastruktur digital terus kami perbaiki, termasuk di semua desa yang belum terjangkau koneksi 4G. Namun tugas utama untuk memastikan 4G yang memadai, dapat diakses, dan terjangkau sebagai dasar untuk mengembangkan jaringan 5G tetap relevan,” ungkapnya.

Menteri Kominfo menegaskan, saat ini Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya untuk mempercepat inisiatif alokasi spektrum 5G. Upaya itu dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan spektrum frekuensi 2.047 MHz guna pemanfaatan jaringan seluler broadband baik 4G maupun 5G pada tahun 2024 di semua lapisan.

“Sangat penting untuk menanam dan menumbuhkan kembali spektrum 5G, untuk memenuhi permintaan spektrum frekuensi 2.047 MHz. Band kandidat yang ada dan yang baru di lapisan cakupan (di bawah 1 GHz): 700/800/900 MHz. Kemudian lapisan kapasitas (antara 1-6 GHz): 1.8 / 2.1 / 2.3 / 2.6 / 3.3 / 3.5 GHz, dan lapisan data super (di atas 6 GHz): 26/28 GHz,” jelasnya.

 

Uji Coba

Menteri Johnny menyatakan Pemerintah Indonesia telah melakukan 10 uji coba penerapan jaringan 5G sepanjang 2017-2019. Uji coba itu ditujukan untuk mempelajari potensi aplikasi dan kasus penggunaan layanan 5G.

“Seperti pembelajaran jarak jauh melalui interaksi holografik, operasi jarak jauh, IoT untuk kota pintar, dan kendaraan otonom selama ASIAN Games. 2018. Pada tahun 2020, Indonesia memfokuskan uji coba ke-11 untuk menjajaki kemungkinan koeksistensi antara jaringan 5G dan Fixed Satellite Service (FSS) untuk digunakan di pita 3,5 GHz,” jelasnya.

Selain itu, menurut Menteri Kominfo, Indonesia sedang berupaya untuk memanfaatkan secara optimal microwave link sebagai opsi kedua setelah kabel serat optik. “Karena frekuensi E-band yang sangat tinggi (70-80 GHz) dan V-band (60 GHz) juga dapat melayani backhaul berkapasitas tinggi untuk layanan broadband,” ujarnya.

Menteri Johnny menyadari upaya penerapan jaringan 5G akan menuntut belanja modal yang besar khususnya untuk penyediaan small-cell densification 5G serta ekosistem digital yang canggih. Oleh karena itu, Menteri Kominfo menyatakan ibu kota negara baru Indonesia ini akan menjadi kota kandidat terbaik dan potensial, untuk menerapkan 5G pertama di Indonesia.

“Selain dari beberapa kawasan industri dan area publik dengan lalu lintas tinggi yang mungkin juga dimungkinkan,” ungkapnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.