in

Kominfo Fasilitasi Startup Digital Unggulan Gaet Investor

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan saat memberi keterangan pers secara virtual. (Foto dok/kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia berkembang cepat. Bahkan Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara dengan memiliki startup digital sekitar 2.193. Kementerian Komunikasi dan Informatika memfasilitasi startup digital unggulan di Indonesia dengan calon investor secara virtual lewat HUB.ID.

Indonesia memang menjadi surga startup. Dengan jumlah yang mencapai ribuan, Indonesia termasuk kelima terbesar di dunia dengan 5 unicorn dan 1 decacorn. Sebut Gojek yang akrab disapa ojol (ojek online), LinkAja dan masih banyak lagi yang sudah menjadi bagian dalam kesehariaan masyarakat.

Pemerintah, melalui Kemenkominfo, mendukung sepenuhnya pengembangan startup. Termasuk dengan menyediakan fasilitas startup unggulan dengan calon investor.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan program fasilitasi itu merupakan kelanjutan dari Program Startup Studio dan 1000 Startup Digital. Ini merupakan upaya agar startup digital bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis.

“Dengan pertemuan itu diharapkan mereka dapat melakukan pitching di depan para calon investor agar mereka bisa memiliki partner untuk bisa mempercepat pertumbuhan bisnis mereka,” kata Semuel dalam Konferensi Pers virtual Pembukaan Pendaftaran HUB.ID Startup Digital di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Menurut Dirjen program fasilitasi sesungguhya telah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Melalui program itu ditargetkan untuk mendata, memetakan dan mengetahui kebutuhan startup digital.

“Melalui HUB.ID, Kominfo memfasilitasi startup digital agar semakin berkembang, berdaya saing dan dan tidak kalah dengan startup mancanegara. Program HUB.ID ini merupakan rangkaian program Kominfo untuk meningkatkan atau mendorong percepatan atau fasilitasi startup Indonesia untuk berkembang lebih cepat dan juga meningkatkan talenta digital,” ujar dia menjelaskan.

Tiga Kegiatan Utama

Sementara, plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kemenkominfo, I Nyoman Adhiarna menyatakan ada dua syarat yang perlu dipenuhi startup digital untuk bisa tergabung dalam HUB.ID. Mereka harus memenuhi prasyarat vertikal yang telah ditetapkan dan sudah berkembang atau memiliki maturitas tertentu.

Mengenai prasyarat vertikal, Nyoman Adhiarna menuturkan ada tujuh fokus bisnis yang dibidik dalam program HUB.ID tahun ini. Di antaranya, pertanian dan kemaritiman, pendidikian, kesehatan, pariwisata, logistik, keuangan, serta smart city. Selain itu, startup yang bisa bergabung harus memiliki level maturitas atau telah berkembang dengan mendapatkan pendanaan

“Startup telah melewati post-seed (investasi pertama), serta mendapatkan pendanaan baik secara individual maupun institusional,” kata Nyoman Adhiarna.

“Startup digital terpilih akan mengikuti speed mentoring dengan praktisi berpengalaman di bidangnya. Para mentor pendamping ini merupakan founder atau C-level dari startup-startup ternama, pelaku industri, dan perusahaan modal ventura,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, kementerian akan mempertemukan tokoh-tokoh startup dengan pengusaha yang dibagi berdasarkan vertical usaha startup digital atau sektor. Menurut Nyoman Adhiarna nantinya ada 50 startup terpilih yang akan dikurasi atau dibina melalui 1000 pertemuan bisnis. Programnya dilakukan melalui absensi dan networking.

Tahapan pendaftaran HUB.ID akan dimulai pada 27 Juli s.d. 13 Agustus 2021, kemudian kurasi tahap satu dilaksanakan mulai dari 18 hingga 20 Agustus 2021 dan kurasi tahap dua dilaksanakan di tanggal 23 sampai 25 Agustus 2021.(HS)

Share This

Kesempatan Kedua Hadapi Sang Juara

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (30/7/2021)