in

Kodim 0725 Sragen Basmi Hama Tikus dengan Tyto Alba

Kodim 0725 / Sragen menyerahkan bantuan berupa sembilan burung hantu jenis tyto alba, kepada kelompok tani ‘Dewi Sri’ Dukuh Margorejo, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Para petani di Kabupaten Sragen, diminta tidak lagi mengambil risiko bahaya, dengan menggunakan aliran listrik untuk membasmi hama tikus. Sebagai gantinya, petani disarankan menggunakan predator alami hewan pengerat tersebut, antara lain burung hantu.

Saran tersebut disampaikan Kepala Staf Kodim 0725/Sragen, Mayor Inf Wijiono, saat mewakili Komandan Kodim Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno, menyerahkan bantuan berupa burung hantu, kepada kelompok tani ‘Dewi Sri’ Dukuh Margorejo, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang.

“Kepada para petani, agar menjalankan proses pembasmian tikus tidak lagi menggunakan aliran listrik, karena dapat membahayakan nyawa orang lain, bahkan petani pemilik sawah itu sendiri,” kata dia, Rabu (25/11), seperti dirilis sragenkab.go.id.

Dalam acara bakti sosial tersebut,  Mayor Inf Wijiono mengatakan burung hantu jenis Tyto alba itu, sebagai salah satu upaya untuk membasmi hama tikus, yang menyerang padi milik petani di Sragen.

“Seperti diketahui bersama, burung hantu yang digunakan untuk membantu petani mengatasi hama tikus, salah satunya adalah jenis Tyto Alba, Tyto Alba ini menjadi pembasmi hama tikus yang sangat andal, khususnya pada malam hari, saat petani sedang beristirahat, burung jenis ini dikenal juga dengan sebutan burung koreak, dalam semalam Burung Hantu Tyto Alba bisa menangkap 5 sampai 10 ekor tikus,” kata dia.

Kepala Desa Puro, Suyanto mengapresiasi kegiatan dari Kodim 0725/Sragen yang telah peduli dengan warga desa Puro dalam menangani masalah tikus yang akhir-akhir ini meresahkan.

“Maturnuwun untuk Kodim Sragen semoga bermanfaat untuk masyarakat Puro khususnya bisa panen dengan maksimal tanpa diganggu tikus,” ujarnya.

Perwakilan anggota kelompok tani Dewi Sri, Agus mengatakan para kelompok tani sangat terbantu dengan pemberian burung hantu oleh Kodim 0725/Sragen tersebut.

Mengingat sudah lama hama tikus menjadi musuh utama bagi petani di lahan pertanian kawasan setempat.

“Sangat terbantu sekali. Hama diobati pakai jenis obat apapun tidak mempan. Semoga dengan burung hantu ini bisa membantu membasmi hama tikus yang ada di sawah sekitar sini,” tandasnya.

Sementara itu menurut wikipedia, Tyto alba atau serak jawa, merupakan spesies burung berukuran besar (34 cm). Burung ini mudah dikenali sebagai burung hantu putih, wajah berbentuk mirip jantung, warna putih dengan tepi coklat, dan mata menghadap ke depan

Spesies ini juga memiliki bulu lembut, berwarna tersamar, bagian atas berwarna kelabu terang dengan sejumlah garis gelap dan bercak pucat tersebar pada bulu.

Ada tanda mengkilat pada sayap dan punggung. Bagian bawah berwarna putih dengan sedikit bercak hitam, atau tidak ada. Bulu pada kaki jarang-jarang. Kepala besar, kekar dan membulat.

Iris mata berwana hitam. Paruh tajam, menghadap kebawah, warna keputihan. Kaki warna putih kekuningan sampai kecoklatan. Jantan-betina hampir sama dalam ukuran dan warna meski betina sering kali lebih besar 25%. Betina dan hewan muda umumnya punya bercak lebih rapat. (HS-08)

Share This

Bea Cukai Solo Temukan 419 Ribu Batang Rokok Ilegal

DPRD Boyolali Sampaikan Pendapat Akhir Pembahasan Tiga Ranperda