in

Kodim 0715/Kendal Bersama ILMCI Gelar Revolusi Metodologi Pembelajaran Ala Cinema Edutainment

Acara Sosialisasi Revolusi Metodologi Pembelajaran ala Cinema Eduteinment kepada para guru yang digagas Kodim 0715/Kendal, Selasa (28/9/2021).

 

HALO KENDAL – Revolusi Metodologi Pembelajaran (RMP) ala Cinema Edutainment, merupakan sebuah konsep pembelajaran interaktif dan menyenangkan yang berbasis IT dan multimedia yang sistematis, efisien dan efektif, dalam upaya pemaksimalan hasil belajar di sekolah, baik murid SD, SMP maupun SMA.

Hal tersebut disampaikan Sofian Tjandra kepada puluhan para guru, dalam acara Revolusi Metodologi Pembelajaran (RMP) ala Cinema Edutainment bersama I Love My Country Indonesia (ILMCI), di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, yang diinisiasi Kodim 0715/Kendal, Selasa (28/9/2021).

Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Iman Widhiarto mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung cita-cita bangsa, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Untuk mendukung ini, revolusi metode pembelajaran dalam dunia mengajar adalah hal penting yang harus dilakukan. Sehingga diharapkan mampu memudahkan anak didik untuk lebih cepat memahami isi dari apa yang diajarkan,” ungkap Dandim.

Sementara itu dalam pemaparannya, Sofian menjelaskan, kurikulum pembelajaran yang ada dikemas dalam bentuk animasi-Cinema Edutainment layaknya anak-anak sedang menonton tapi belajar.

Selain itu, guru-guru dimudahkan untuk menyampaikan materi pelajaran dan menyiapkan soal-soal latihan bagi siswa.

Ada beberapa keunggulan dengan metode i-Solution, di antaranya telah direkomendasikan oleh world bank yang bekerja sama dengan P2DTK (percepatan pembangunan daerah tertinggal dan khusus).

Kemudian, konsep pembelajaran yang mengeksplorasi sistem multisensorik siswa.

“Diperkaya dengan animasi, tata suara, serta kegiatan interaktif yang memacu perkembangan otak. Anak-anak diarahkan supaya bisa lebih berkonsentrasi dan memperkuat pemahaman yang mereka pelajari,” jelas Sofian.

Keunggulan lain yakni, mengemosikan antara pendidikan dan hiburan melalui konsep sinema dan menggunakan digital projektor (cinema edutainment).

“Ini dirancang khusus untuk menarik minat, perhatian anak dan memperkuat daya tangkap mereka. Karena sistem multisensorik teraktifkan hingga dapat mencapai 5 sampai 25 kali lebih cepat dibandingkan dengan sistem konvensional pada umumnya,” papar Sofian.

Selain keunggulan, lanjutnya, RMP juga mempunyai manfaat di antaranya, membantu meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan RMP ala cinema edutainment, e-school, dan cloud computing dengan sarana IT dan multimedia.

Selain itu, imbuh Sofian, membantu meningkatkan pemahaman materi serta kesiapan siswa dalam menghadapi ujian nasional, serta memiliki keterampilan hidup, positive mindset, dan nasionalisme.

“Peningkatan kepekaan siswa dalam memahami dan merefleksikan kearifan budaya lokal dengan pola pikir yang positif dan nasionalis sebagai bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Memasuki materi inti, Sofian mengajak para guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang komperhensif dengan memanfaatkan multimedia seperti e-solution. Sehingga siswa terampil dalam menyelesaikan soal-soal dan dapat memahami konsepnya.

Karena menurutnya, i-solution dibangun untuk memberikan solusi bagi siswa, untuk memahami pelajaran di sekolah formal serta upaya mengoptimalisasi cara dan hasil belajar siswa, menghadapi UAS, UN dan UMPTN.

“Aplikasi e-solution di antaranya, International English, Speed Mandarin dan i-presentation. Selain itu terdapat Sarana Guru Mandiri (SGM) sebagai wadah untuk pengembangan kreatifitas guru tanpa mengganggu materi yang telah disediakan,” terangnya.

Sofian juga menjelaskan beberapa materi inti dengan metode Life Skill Concept, di antaranya fun teaching, digital presentation dan e-administration.

Selain itu juga ada National Character Building, di antaranya mulok, character building animation, nasionalism dan positive minset.

Sedangkan yang terakhir materi pengayaan, yakni terkait E-Tryout, dengan materi pendalaman latihan-latihan dan ujicoba e-tryout.

“Kemampuan murid yang interaktif di mana hasil dan penjelasan atau pembahasan dapat diketahui secara interaktif dan seketika. Baik secara offline maupun secara online. Selain itu, juga pembelajaran online siswa dan IT proteksi melalui website yang dapat diakses dengan kartu eduvoucher,” ungkap Sofian.(HS)

Share This

Hari Rabies Sedunia 2021, Hewan Pembawa Rabies Terima 10 Ribu Dosis Vaksin Rabies

Polisi Tetapkan Nahkoda Jadi Tersangka Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Cilacap