in

Kodam dan Polda Siap Bantu Kudus Atasi Lonjakan Covid-19

Pertemuan Bupati Kudus Hartopo dengan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK, berkaitan dengan kenaikan angka Covid-19, Kamis (27/5). (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO KUDUS – Pemkab Kudus melakukan beragam upaya untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. Menurut Bupati Kudus HM Hartopo, tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan sudah ditutup.

“Sekitar 90% rumah sakit di Kudus sudah terisi,” ungkap Bupati Kudus, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Dia mengatakan ada 6 desa yang sudah di-lockdown dan dijaga oleh satgas covid, yaitu Desa Jati Wetan, Desa Janggalan, Desa Jepang, Desa Payaman, Desa Kerjasan, dan Desa Panjunan.

Penjelasan tersebut disampaikan Hartopo, ketika menerima kunjungan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK, berkaitan dengan kenaikan angka Covid-19, Kamis (27/5).

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Diketahui sebelumnya lonjakan angka Covid-19 di Kabupaten Kudus mencapai 806 orang.

Menurut Kapolda, Forkopimda Kudus tidak perlu ragu untuk melakukan tugas-tugas mencegah penularan Covid-19.

“Jangan ragu-ragu untuk menutup tempat kerumunan, seperti tempat wisata, makam, bahkan tradisi Lebaran. Silakan ditiadakan sementara,” tegas Kapolda Jateng.

Untuk membantu Pemkab Kudus, Tim Mabes Polri dari Pusdokes Mabes, juga siap membantu tenaga kesehatan. “Polda Jateng siap bantu dorong tenaga Brimob sesuai kebutuhan untuk Pemda Kudus. Kami juga akan bantu sebanyak 14 velbed dan tenda bila dibutuhkan dan sesuai permintaan, ” ungkap Kapolda.

Kapolda Jateng juga meminta agar jajarannya segera membentuk kompi atau pleton siaga gabungan TNI-Polri, Nakes, Satpol PP, sebagai power hand yang siap digerakan kapanpun.

“Khususnya kampung zona merah, silahkan bentuk kompi atau pleton petugas gabungan sebagai power hand untuk Pak Bupati,” kata Kapolda.

Kapolda imbau pada Warga yang dinyatakan positif dan melakukan isolasi mandiri agar tetap menjaga kesehatan diri sendiri dan tidak keluyuran.

“Untuk warga yang dinyatakan positif dan sedang isolasi jangan keluar ke mana-mana dulu, harus diawasi ketat oleh petugas posko PPKM Mikro dan setiap 2 kali sehari dicek kondisi kesehatan, makan minumnya, obat-obatan dan vitamin,”jelas Kapolda

Diperkirakan terjadinya lonjakan angka Covid-19 di Kudus dikarenakan saat Lebaran Idul Fitri banyak warga melakukan anjangsana pada keluarga dan tetangga tanpa mengindahkan prokes, pengunjung tempat wisata yang meningkat, dan pengunjung tempat pemakaman (ziarah kubur) yang tak terbendung.

Sementara itu Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, manambahkan perlunya disebar selebaran imbauan, mengenai peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus

“Beri informasi juga pada masyarakat bahwa RS penuh kemudian bagikan pada warga door to door,” terang Pangdam IV Diponegoro.

Selain itu tempat wisata dan peziarah hanya khusus untuk warga lokal dan dilarang bagi warga pendatang agar di cek KTPnya. Kapolda Jateng minta agar seluruh petugas Polri harus sehat terlebih dahulu sebelum menyehatkan warga. (HS-08)

Share This

Polisi Bongkar Sindikat Penyelundupan 65 Kg Ganja, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Lagi 371 Santri Asal Kendal Diberangkatkan