Klaten Siaga Hadapi Bencana

Penjabat sementara Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan para sukarelawan. (Foto : klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten telah siap untuk mengantisipasi, apabila sewaktu-waktu di wilayah tersebut terjadi bencana. Walau demikian masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk untuk mencegah penularan Covid-19.

Permintaan itu disampaikan penjabat sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan para sukarelawan, dalam mengantisipasi bencana, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Rabu (28/10).

Apel diiikuti 100 orang anggota tim gabungan, terdisi atas unsur TNI, Polri, dan Pemkab Klaten, seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, dan Dinas Sosial.

Apel diikuti pula oleh sukarelawan dari Palang Merah Indonesia (PMI), Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), Search and Rescue (SAR), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Banser Nahdlatul Ulama, Senkom, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Pramuka, dan TRC. Perwakilan dari dua BUMN, yaitu Telkom, PLN juga mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam apel di halaman Pendapa Setda Klaten, Selasa (27/10) itu, Sujarwanto juga mengecek kesiagaan aparatur Pemkab, beserta pihak terkait, dalam mengantisipasi bencana alam hidrometeorologis dalam masa pandemi Covid-19.

“Apel kesiagaan ini mempunyai dua makna penting. Pertama membuat semua unsur terkait penanggulangan bencana itu siap, dan kedua penting dalam rangka menunjukkan kepada publik, bahwa semua siaga bersama masyarakat untuk menghadapi semua risiko bencana,” kata Sujarwanto, yang juga seorang ahli geologi itu.

Menurut dia, jika publik mengetahui bahwa pemerintah telah siap menghadapi datangnya bencana, maka rakyat akan menjadi tenang.

Bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Klateng memang cukup beragam. Pada musim hujan seperti saat ini, wilayah itu dapat dilanda banjir, longsor, atau pergerakan tanah, dan angin puting beliung.

Sujarwanto juga mengatakan kewaspadaan masyarakat juga diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, terutama pada masa libur panjang kali ini. Ia juga berharap, potensi penyebaran Covid-19 akibat berkumpulnya massa selama libur panjang dapat dihindari.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Klateng belum terbebas dari wabah Covid-19. Seperti disampaikan awasicorona.klatenkab.go.id, saat ini masih terdapat 253 pasien positif Covid-19, sebanyak 353 orang yang sembuh, suspek 11 orang, dan kontak erat 876 orang.  (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.