Klaster Pesantren di Boyolali Dominasi Kasus Kasus Covid-19

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Kasus terkonfirmasi Coronavirus Disease (Covid-19) di Boyolali, bulan ini bertambah dan didominasi empat klaster. Klaster yang mendapat perhatian dari klaster pondok pesantren (ponpes). Selain itu juga terdapat klaster keluarga dari Kecamatan Wonosegoro sebanyak enam orang positif Covid-19.

“Akhir-akhir ini memang terjadi penambahan klaster yang cukup mengkhawatirkan, karena kebanyakan klaster berasal dari pondok pesantren,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, Selasa (16/2), seperti dirilis laman resmi Pemkab Boyolali.

Beberapa ponpes yang santrinya terkonfirmasi positif Covid-19, yakni Darul Abror, Al Madinah, dan Al Idrus. Di Ponpes Al Madinah di Kecamatan Karanggede, terdapat 68 orang terinfeksi Covid-19.

- Advertisement -

Selain itu di Ponpes Al Madinah di Kecamatan Nogosari, terdapat enam santri dinyatakan positif Covid-19, serta Ponpes Al Idrus di Kecamatan Wonosamodro, di mana terdapat 14 santri yang tertular.

Melihat kondisi tersebut Ratri meminta masyarakat tidak mengendorkan penerapan protokol kesehatan. Selain itu Dinkes Kabupaten Boyolali, juga terus berupaya menambah jumlah rumah sakit, yang mampu menangani pasien Covid-19.

Terdapat dua rumah sakit swasta, yakni Rumah Sakit Hidayah di Desa Kragilan,  Kecamatan Mojosongo dan Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali yang diproyeksikan untuk dapat merawat pasien Covid-19. Selain itu terdapat pula tiga rumah sakit lain, yang masih menunggu proses rekomendasi.

“Jadi untuk perawatan kasus Covid-19, sekarang ini sudah ada beberapa rumah sakit swasta, yang mulai merawat pasien-pasien Covid-19. Ini sudah berproses untuk kami berikan izin (tertulis), supaya memenuhi standar pencegahan infeksi untuk Covid-19,” ujar Lina.

Sebagai tambahan informasi, angka kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali, hingga kemarin tercatat sebanyak 5.166 kasus. Sebanyak 309 di antaranya dirawat di rumah sakit, 267 menjalani isolasi mandiri, selesai isolasi 4.451, dan  meninggal 139 orang.

Dengan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 86,2 persen, sedangkan persentase kematian ada 2,7 persen.

“Kalau dihitung maka skoring indeks kesehatan masyarakat untuk Covid-19 nilainya 1,96 dan itu masuk zona resiko sedang atau zona oranye,” kata dia.

Di tempat terpisah, Camat Karanggede, Ari Wahyu Prabowo menjelaskan bahwa sebelum dinyatakan positif Covid-19, dua pimpinan Ponpes Darul Abror, melakukan perjalanan luar daerah. Setelah pulang ke pondok, mereka merasakan gejala mirip Covid-19 dan diarahkan untuk melakukan rapid test antigen.

“Hasil swab antigen, keduanya positif akhirnya kami kembangkan menjadi swab PCR. Bukan hanya dua yang terkonfirmasi positif dari hasil swab, namun kami kembangkan kepada ustadz dan santri yang kontak erat,” terangnya.

Pada gelombang pertama swab PCR, sebanyak 30 orang terkonfirmasi positif. Kemudian dilanjutkan dengan swab PCR gelombang kedua, di mana 34 orang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga total terkonfirmasi dari Ponpes Darul Abror berjumlah 64 orang. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.