in

KKP Gandeng WWF Kelola Potensi Sumber Daya Alam Secara Berkelanjutan

Penandatanganan perjanjian kerja sama Kementerian Kelautan Perikanan dengan Yayasan WWF Indonesia, tentang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Hayati Kelautan serta Wisata Bahari di Wilayah Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. (Foto : KKP.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), telah menandangani Perjanjian Kerja Sama dengan Yayasan WWF Indonesia, tentang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Hayati Kelautan serta Wisata Bahari di Wilayah Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Kerja sama ini, merupakan tindak lanjut Kesepakatan Bersama (KB) KKP, dengan Yayasan WWF Indonesia, yang ditandatangani 18 Oktober 2019 lalu.

Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Hendra Yusran Siry, menjelaskan kerja sama ini untuk mengelola dan mengkonservasi sumber daya hayati laut, serta wisata bahari secara bersama-sama, di wilayah perairan, pesisir, dan pulau-pulau kecil agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

”Ada beberapa ruang lingkup dalam kerja sama ini salah satunya adalah dukungan terhadap upaya penetapan Kawasan Konservasi Daerah dan efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Nasional dan Daerah,” ujar Hendra.

Menurut Hendra pengelolaan dan konservasi sumber daya laut tidak hanya oleh pemerintah, namun juga stakeholder.

“Untuk itu, dibutuhkan peran, sinergi dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk dukungan dari mitra pemerintah, termasuk WWF Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut Hendra menerangkan, selain dukungan terhadap upaya penetapan Kawasan Konservasi Daerah dan efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Nasional dan Daerah, ada empat ruang lingkup kerja sama lainnya.

Hal ini meliputi perlindungan dan pelestarian jenis biota laut terancam punah, perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan jenis biota laut yang dilindungi dan atau atau jenis biota laut yang tercantum dalam Appendiks CITES.

Selain itu juga dukungan terhadap penyusunan Rencana Zonasi dan materi teknis ruang laut atau perairan pesisir pada Rencana Tata Ruang, pelaksanaan kebijakan tata ruang laut dan pesisir, serta kampanye penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penyadartahuan masyarakat, swasta, untuk wisata bahari dan perikanan berkelanjutan.

Rencana aksi implementasi ke lima ruang lingkup disepakati bersama dalam Rencana Kerja Tahunan dan berlaku efektif 2021-2024.

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Andi Rusandi juga berharap WWF Indonesia dapat membantu pemerintah dalam melakukan upaya konservasi sumber daya laut di Indonesia, khususnya mencapai penambahan luas dan pengelolaan efektif kawasan konservasi perairan.

Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Alexander S Rusli menyampaikan komitmennya dalam implementasi kerja sama ini ke depan.

“Kami senang dapat bahu membahu dan menyelesaikan persoalan dan target yang ditetapkan walaupun dalam kondisi pandemi. Hidup harus terus berjalan dan kelestarian ekosistem harus terus berlanjut,” ujar Alex.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, kerja sama dengan mitra kerja KKP, dilaksanakan untuk mendukung kinerja KKP lebih agar implementatif, khususnya dalam hal pengelolaan ruang laut. Hal ini sebagaimana diatur dalam Permen KP Nomor 65 Tahun 2016 tentang Pedoman Kerja Sama dan Penyusunan Perjanjian Lingkup Kementerian Kelautan. (HS-08)

Share This

Astronot di Stasiun Luar Angkasa Tiongkok “Berjalan” di Luar Angkasa

Sebanyak 137 Kejadian Bencana Alam Tercatat Sepanjang Juni 2021