KKP Dorong Petambak Garam di Kebumen Lakukan Pemasaran Online

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, saat berkunjung ke Kebumen. (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Para petambak garam di Kabupaten Kebumen, diharapkan dapat memahami teknologi komunikasi digital, agar dapat memasarkan produk mereka secara online, sehingga dapat menjangkau pasar lebih luas.

Dorongan itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, saat berkunjung ke Kampung Garam, Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, Kebumen.

Penjualan garam secara online, menurut Menteri Trenggono, dapat mempermudah hubungan penjual dan pembeli, sehingga penyerapan terhadap garam yang diproduksi bisa lebih maksimal.

Dengan demikian penghasilan petambak garam ikut meningkat. “Penjualan lewat online itu sangat bagus. Kita harus dorong agar tidak ada tengkulak,” tegas Trenggono, Kebumenkab.go.id.

Selain bertemu para petambak garam, Menteri beserta Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono, serta pimpinan OPD terkait di jajaran Pemkab Kebumen, meninjau tambak udang dan konservasi penyu di Kalibuntu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong.

Sementara itu Ketua Kelompok Usaha Garam (Kugar) ‘Cirat Segoro Renges’ Desa Tlogopragoto, Budi Santoso, menyebut penjualan garam melalui online dengan memanfaatkan media sosial sudah dilakukan.

Walaupun begitu hasil yang diperoleh belum maksimal. “Kami sudah jual lewat online, tapi masih belum banyak. Kebanyakan yang beli datang langsung. Tapi ke depan memang harus online. Kami harap ada pendampingan supaya pengemasan dan promosi yang dilakukan secara online lebih besar hasilnya,” urai Budi Santoso.

Selain garam konsumsi, Kugar ‘Cirat Segoro Renges’ dengan 26 anggota, juga menghasilkan garam kosmetik. Harga jualnya Rp 30.000 sampai Rp 40.000 perkilogram. Pasarnya DI Yogyakarta hingga Lampung. Saat ini, Kugar ‘Cirat Segoro Renges’ sedang mengembangkan produksi garam piramid.

Garam ini memiliki harga jual lebih tinggi, mencapai Rp 250.000 perkilogram. Namun dibutuhkan infrastruktur rumah kaca yang sekarang belum tersedia di Kampung Garam. Menteri Trenggono mengapresiasi langkah petambak garam di Kebumen yang mau berkembang. Untuk itu, dia meminta jajarannya membantu kelompok petambak menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.

“Bisa dibuatkan nanti rumah kacanya. Satu blok dulu untuk model,” ujar Menteri Trenggono yang dalam kunjungan kerja di Kebumen didampingi sejumlah Pejabat Eselon I dan II KKP. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), TB Haeru Rahayu, mengatakan akan langsung melakukan konsolidasi internal membahas rencana pembangunan rumah kaca untuk produksi garam piramid. “Kami juga akan koordinasi dengan Pemkab Kebumen,” ujarnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.