in

KKN Unnes Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal di Desa Logede

Mahasiswa KKN Unnes Giat 6 mengadakan sosialisasi gempur rokok ilegal di balai Desa Logede, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Rabu (8/11/2023).

HALO SEMARANG – Mahasiswa KKN Unnes Giat 6 mengadakan sosialisasi gempur rokok ilegal di balai Desa Logede, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Rabu (8/11/2023). Sosialisasi ini bagian program Pusbang KKN Universitas Negeri Semarang yang bekerja sama dengan Biro Hukum Setda Jateng.

Ketua Kelompok KKN Desa Logede, Bijak mengatakan, sosialisasi digelar dalam rangka memberantas peredaran rokok ilegal. Sosialisasi yang difasilitasi Biro Hukum ini mengangkat tema Gokil alias Gempur Rokok Ilegal.

“Sasaran sosialisasi ini masyarakat Desa Logede, dengan tujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada mereka terkait dampak negatif rokok ilegal. Melalui sosialisasi gempur rokok ilegal, masyarakat Desa Logede diharapkan bisa teredukasi agar tidak mengkonsumsi atau mengedarkan rokok secara ilegal, terutama di Desa Logede,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan mengenai dampak rokok ilegal dan cukai. Tingginya peredaran rokok ilegal di Jawa Tengah membuat Biro Hukum Setda Jateng merasa prihatin, dan menjadikannya sebagai salah satu program utama.

Menurut Bijak, cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 39/ 2007 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11/ 1995 tentang Cukai.

Ia mengatakan, karakteristik itu meliputi barang yang konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya diawasi, dan pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Selain itu pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Bijak menjelaskan, rokok yang tidak memenuhi ketentuan undang-undang atau ilegal memiliki beberapa ciri. Antara lain, rokok tanpa dilekati pita cukai (polos), dilekati pita cukai palsu, pita cukai yang bukan peruntukannya, pita cukai bekas, dan salah personalisasi.

“Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan bisa membawa perubahan dalam proses perubahan sosial ke arah yang lebih baik,” katanya. Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan Pusbang KKN Unnes, perwakilan Biro Hukum Setda Jateng, Kepala Desa Logede, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Ketua RT dan RW, Karang Taruna, perwakilan dari PKK, serta mahasiswa KKN Unnes.(HS)

Prabowo Ajak Warga Sumbar Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya

Penggalangan Bulan Dana PMI 2023 di Blora Rp 1.090.420.603