in

KKN di Rembang, 86 Mahasiswa Unisnu Jepara Dititipi Misi Tekan Stunting

86 Mahasiswa Unisnu Jepara yang akan melaksanakan KKN di Rembang, diterima Pemkab Rembang, di aula lantai 4 Kantor Bupati, baru-baru ini. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Sebanyak 86 mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Rembang, mendapat titipan khusus dari Pemkab Rembang.

Mereka diminta ikut berperan dalam menangani masalah stunting di desa tempat mereka berkegiatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Dwi Yuni Haryati, dalam acara penerimaan mahasiswa KKN dari Unisnu.

Kedatangan rombongan mahasiswa ini, diterima jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, di aula lantai 4 Kantor Bupati Rembang, baru-baru ini.

Dwi Yuni Haryati mengungkapkan, Unisnu baru kali pertama melaksanakan KKN di Kabupaten Rembang, sekaligus yang pertama melaksanakan KKN di Kota Garam untuk tahun ini.

Menurut Yuni, dari pihak Unisnu berharap dengan melakukan KKN di Rembang, selain membantu kemajuan Desa yang menjadi lokasi, mahasiswa juga bisa menambah ilmu mereka.

Nantinya mahasiswa Unisnu juga diharapkan dapat membantu desa untuk menekan kasus stunting.

Pasalnya selain kemiskinan, perang melawan masalah tumbuh kembang anak ini telah menjadi program prioritas Pemerintah Pusat.

“Dalam rapat koordinasi antara Presiden dan seluruh kepela daerah kemarin, menekankan selain kemiskinan ekstrem dan stunting juga masih menjadi hal yang utama.  Jadi mereka (mahasiswa-red) akan mengambil sesuai dengan program anak-anak, tetapi kami arahan seperti itu (ada program yang menyasar stunting-red),” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Dimas Setyawan, peserta KKN di Rembang, mengatakan KKN ini diikuti 86 mahasiswa. Mereka akan berada di wilayah kerja masing-masing sekitar 40 hari.

Mereka terbagi menjadi empat kelompok dan diterjunkan di empat desa berbeda. Desa yang menjadi sasaran program KKN Unisnu Jepara, yaitu Punjulharjo, Pasar Banggi, Padaran, dan Tritunggal Kecamatan Rembang.

Adapun tema dari kampusnya dalam program KKN kali ini, tetap membawa ilmu keagamaan dan berkolaborasi dengan desa.

“Kalau di Punjulharjo kan memiliki potensi wisata, jadi kami kolaborasi dengan desa juga terkait memajukan wisata di sana,” kata mahasiswa jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia itu. (HS-08)

Belanja Durian di Pasar Tani Rembang Dapat Bonus Telur

AKBP Petrus Parningotan Silalahi Kepala Polres Boyolali