in

Kisah Jagal Hewan Kurban Yang Sudah Kebanjiran Order

Isnain salah satu penjagal hewan kurban ketika menunjukkan sertifikat kompetensi juru sembelih halal dan puluhan koleksi pisaunya ketika ditemui di rumahnya.

 

MENJELANG Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M, jasa jagal hewan kurban panggilan di Kota Semarang mengalami peningkatan pesanan.
Salah satunya adalah Isnain Prayugo, warga Jalan Pendet Utara Blok F No. 54 D, Perum P4A Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Isnain mengaku, biasanya dapat menyembelih hewan kurban sebanyak 65 ekor dalam sehari, terbagi antara sapi dan kambing. Namun meskipun kali ini mendapat cukup banyak pesanan jasa jagal hewan kurban, ia memilih membatasi jumlah hewan yang disembelih hanya di tiga tempat. Di antaranya, di daerah Pamularsih, Tembalang, Candisari.

“Idul Adha sebelumnya bisa lima tempat, namun tahun ini beberapa saya cancel, karena pertimbangan stamina dan kesehatan saya dan tim. Biasanya rata-rata satu tempat itu minimal tiga sapi, dan sepuluh kambing,” ujar Isnain kepada halosemarang.id, Senin (12/7/2021).

Isnain menjalankan, profesi musiman ini merupakan warisan dari sang ayah. Sejak tiga tahun yang lalu, ayahnya memutuskan untuk berhenti karena faktor usia dan kesehatan.

Meskipun profesi turunan, keahlian jagal hewan yang dimilikinya tidak perlu diragukan. Sebab, ia telah mempunyai sertifikat kompetensi juru sembelih halal, yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2018.

Ketika menjalankan proses jagal hewan kurban, ia ditemani oleh timnya yang terdiri dari lima hingga sepuluh orang, tergantung jumlah hewan yang disembelihnya. Mulai dari merobohkan hewan, hingga membersihkan jeroan, masing-masing anggotanya memiliki tugas sendiri.

“Untuk satu ekor sapi bisa selesai dalam waktu 15 sampai 20 menit, sedangkan kambing yaitu 5 sampai 10 menit. Itu sudah menyembelih, menguliti, memisahkan daging dari tulang, membersihkan jeroan. Untuk yang membungkus daging biasanya dari pihak panitia kurban,” terang Isnain sambil menunjukkan puluhan koleksi pisaunya.

Ia memberlakukan hewan kurban dengan mengedepankan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) ketika menyembelih hewan kurban. Dalam hal ini, mulai dari persiapan alat sampai proses penyembelihan berdasarkan pada ketentuan Islam.

“Yang pertama aman artinya, dalam proses jagal kita selalu menggunakan alat safety diri, memperlakukan hewan dengan baik, misalnya tidak mengasah pisau di depan sapi yang akan disembelih. Sehat, kita selalu memperhatikan kebersihan daging kurban, sebab daging kurban yang bersih, membuat kesehatan masyarakat terjaga. Utuh, yakni daging kurban berat atau jumlahnya tetap utuh tidak berkurang sedikitpun. Halal, proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam yang berlaku,” jelasnya.

Untuk harga jasa jagal hewan kurban, Isnain mematok harga beragam, tergantung jenis hewan kurban dan apa saja yang harus dikerjakan.

“Kalau kambing, dari menguliti, memisahkan daging dari tulang, membersihkan jeroan itu harganya Rp 150 ribu per ekor. Sedangkan sapi, dari menyembelih, menguliti, memisahkan daging dari tulang, itu Rp 600 ribu per ekor, kalau ditambah membersihkan jeroan Rp 700 ribu per ekor. Sedangkan kalau sampai memotongkan daging kecil-kecil dan membungkus itu Rp 1 juta per ekor,” tandasnya.(HS)

Share This

Enam Hari Tak Terlihat, Warga Jepara Ditemukan Meninggal Di Dalam Sumur

Damas Promosi Ke PSIS Senior