in

Kisah Istri Prajurit TNI AD, Rela Tunda Pesta Pernikahan Demi Suami Jalankan Tugas di TMMD

Pratu Dwi Cahyono dan istri, Donna Ayu sempat menunda pesta pernikahan demi pelaksanaan tugas TMMD Reguler ke- 105 tahun 2019, Kodam IV/Diponegoro.

 

APRIL 2019 lalu, Donna Ayu (28) menikah dengan Pratu Dwi Cahyono (29), anggota TNI AD dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse)-15 Semarang, Kodam IV/Diponegoro. Namun status barunya sebagai seorang istri dari suami tercintanya itu hanya diketahui orang-orang terdekat, sebab resepsi pernikahan mereka harus tertunda karena sang suami yang merupakan prajurit TNI AD diperintah pimpinan menjadi Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Cukup melegakan bagi Donna, sebab penempatan tugas suaminya, Pratu Dwi Cahyono di wilayah Kodim 0716/Demak dan bukan di wilayah pelaksanaan TMMD 2019 Kodam IV/Diponegoro lain yang juga melaksanakan program serupa, seperti Klaten, Tegal, atau Gunung Kidul. Karena antara tempat tinggalnya dengan wilayah pelaksanaan TMMD di Demak tak lebih dari tujuh kilometer.

“Bersyukur dapatnya Demak daripada lebih jauh lagi. Kalau kerjaan di Kalikondang belum selesai, Mas Dwi nginep di rumah warga. Tapi sering juga pulang pergi Demak-Semarang karena ada perintah ke asrama. Kalau pas tidak ada tugas ya pulang, dan kami bisa kumpul,” ungkap Donna.
Sebelum menikah, pertemuan mereka adalah kisah yang unik. Keduanya adalah teman seangkatan di SMP Negeri 3 Demak yang berjumpa secara tak sengaja melalui media sosial Facebook sekitar tahun 2017.

Obrolan antarkeduanya hanya berisi obrolan ringan layaknya teman lama yang bertemu lagi.
Donna saat itu baru mengawali kariernya sebagai guru SD, sementara Dwi masih kuliah. Sama sekali tak terpikir akan berjodoh dengan pria yang sekarang menjadi suaminya ini. Namun karena sama-sama menemukan kecocokan dan kenyamanan, awal 2018 akhirnya Dwi memberanikan mengajak orang tuanya bertemu orang tua Donna.

Bukan perkara sederhana ternyata menikahi Dwi yang kala itu sudah menjadi prajurit TNI.
Donna dan Dwi diharuskan melewati lima bulan penuh kesabaran menunggu surat izin pernikahannya ditandatangani para pimpinan. Donna menceritakan bagaimana mengajukan izin nikah tak ubahnya seperti mengajukan skripsi. Secara berpasangan dan tidak boleh absen salah satunya, mereka harus berhadapan dengan para pimpinan di Kesatuan Arhanudse mulai dari Wadan, Pasi Personel, Pasi Intelijen, Babintal, Danrai MA, Danton MA, Dansikes, Ketua Cabang LIV, Wakil Ketua Cabang LIV, Ketua Ranting I RAI MA. Terakhir ke Komandan Batalyon Arhanudse-15/DBY, Letkol Arh Mohamad Ufiz.

“Momen pengajuan izin sangat berkesan karena bertatap muka langsung dengan para komandan. Mereka sangat disiplin, kelihatan serius tapi bisa santai. Kadang-kadang malah dibercandain,” jelas Donna.

Tuntas memperoleh izin, Donna dan Dwi lantas mengurus persyaratan nikah ke kantor urusan agama (KUA) Demak, tempat asal Donna.
Di hari pernikahan yang telah disepakati dan dijadwalkan, Donna sebenarnya ingin layaknya pasangan pengantin lain. Menggelar pesta dan mendapat ucapan selamat dari para sahabat setelah akad nikah.

Namun apa boleh buat, pesta harus ditunda. Hal itu karena calon suami yang harus bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.

Sejak pelaksanaan akad, Dwi belum memperoleh cuti. Terlebih pelaksanaan tugas TMMD yang sangat menyita waktu. Hal ini menyebabkan keduanya sepakat pesta resepsi baru dilakukan Agustus ini.

“Harapan saya nanti resepsi lancar dan Mas Dwi dapat jatah liburnya lebih lama,” ungkap Donna, belum lama ini.

Pratu Dwi Cahyono mengatakan, Program TMMD Reguler ke-105 Kodim 0716/Demak tahun 2019 sendiri menyasar Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Kegiatannya meliputi betonisasi jalan penghubung Dukuh Krajan-Dukuh Prigi dengan volume 413M x 4M x 0.15M, betonisasi jalan penguhubung Perumahan Kalikondang-Dukuh Krajan dengan volume 122M x 4M x 0.15M dan 23M x 2M x 0.15M. Juga betonisasi jalan lingkar Dukuh Duduk serta pembangunan talut.

Selain itu, proyek fisik juga meliputi rehab 14 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH) milik warga dan pembuatan dua unit poskamling dan tiga unit sanitasi. Adapun pembukaan TMMD reguler ke 105 tahun 2019, secara resmi digelar tanggal 11 Juli 2019 hingga 9 Agustus 2019. Dan berlangsung selama satu bulan.

“Program TMMD merupakan kegiatan terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah dengan harapan kesejahteraan masyarakat di daerah juga akan meningkat. Selain sasaran pokok meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, TMMD juga bertujuan sebagai upaya mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat,” katanya.

Dalam arahannya ketika membuka TMMD Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Inf Abi Kusnianto menyatakan, bahwa dalam menjalankan tugasnya prajurit harus berlandaskan ketulusan dan keikhlasan.

“Saling kerja sama yang baik. Juga dengan warga setempat. Jaga kekompakan, apabila ada permasalahan tugas maupun pribadi segera laporkan ke Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) supaya program TMMD ini berjalan sesuai yang kita inginkan,” bebernya.

Sementara Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi menyatakan, sasaran TMMD reguler ke 105 tahun 2019 di wilayah Kodam IV/Diponegoro memang sudah ditetapkan pada tahun anggaran sebelumnya.  Sehingga pelaksanaan TMMD semua sudah berjalan dengan baik.

“Namun demikian masih ditemui adanya kendala salah satunya adalah faktor cuaca yang berdampak kepada penentuan sasaran dan droping dukungan material,” kata Pangdam.

Berkaca dari hal tersebut, maka kendala-kendala yang mungkin terjadi harus bisa diantisipasi melalui pra-TMMD, sehingga dalam pelaksanaan nanti dapat berjalan dengan lancar.(HS)

Jelang Penutupan Resos Argorejo, Penghuni Tunggu Uang Tali Asih Rp 10,5 Juta/orang

Tekan Calo, Panpel PSIS Akan Gelar Penertiban di Sekitar Stadion