Kisah Gelang Berwarna, ‘Zero’ Toleran dan ‘Zero’ Kasus di Piala Menpora 2021

Seorang jurnalis menjalani tes swab sebelum masuk stadion untuk meliput pertandingan Piala Menpora 2021. (Foto: istimewa)

 

HALO SPORT – Gelang berwarna dengan nama melilit di tangan kanan atau kiri siapa pun yang hendak masuk stadion. Gelang itu dipasangkan bila yang bersangkutan dinyatakan lolos tes swab dan bisa bertugas di pertandingan Piala Menpora 2021.

Tidak hanya pemain dan pelatih tetapi juga para jurnalis yang meliput pertandingan di turnamen pramusim tersebut. Siapa yang kedapatan reaktif atau positif sudah pasti tidak bisa masuk stadion. Ini merupakan prosedur kesehatan (prokes) yang diterapkan secara ketat di Piala Menpora 2021.

Bahkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali harus memiliki lilitan gelang yang selalu berganti warna di setiap pertandingan. Bila memakai gelang dengan warna berbeda, berarti yang bersangkutan memanfaatkan gelang yang sudah terpakai.

- Advertisement -

“Gelang ini ternyata selalu berganti warna. Saya tidak menyadarinya dan baru tahu kalau saya selalu menggunakan gelang dengan warna berbeda di setiap pertandingan,” kata Menpora Zainudin saat menyaksikan laga perebutan tempat ketiga saat PS Sleman menang 2-1 atas PSM Makassar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (24/4/2021).

“Jadi, gelang ini tak berbeda dengan ID card. Dengan ID card, kita bisa masuk stadion. Bila tidak memakainya, tentu tak bisa masuk. Ini merupakan bentuk keseriusan PSSI saat menggelar Piala Menpora 2021,” ujar Menpora lagi.

Gelang berwarna dengan nama pemilik menjadi bagian protokoler yang harus dijalani siapa pun. Covid-19 yang masih menjadi pandemi di Indonesia dan berbagai belahan dunia membuat siapa pun harus waspada. Jangan sampai tercipta klaster baru setiap ada kegiatan yang mengundang banyak orang.

Ini yang menjadikan Polri mengeluarkan izin keramaian untuk Piala Menpora 2021 dengan sebuah catatan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun sampai memastikan penyelenggaraan turnamen sesuai komitmen dengan mematuhi prokes secara ketat.

Kapolri secara tidak langsung memberi sinyal bila sampai terjadi pelanggaran komitmen, izin keramaian bisa dicabut. Namun PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai penyelenggara mampu memenuhi komitmen sehingga turnamen bertahan sampai final di Stadion Manahan, Minggu (25/4/2021).

Catatan penting ditorehkan PSSI karena PT LIB menerapkan prokes dengan sangat ketat. Tidak ada penonton datang ke stadion karena pertandingan ditetapkan tanpa penonton. Suporter pun tak ngotot untuk ke stadion sehingga mendapat apresiasi dari Menpora.

“Saya melaporkan langsung Piala Menpora kepada Presiden. Beliau terkesan kepada suporter yang berkomitmen menjaga prokotol dengan penuh disiplin. Terima kasih kepada PSSI dan suporter,” tutur Menpora.

Prokes Ketat Hindari Klaster Baru
Prokes yang ketat selama turnamen memang terlihat sejak masuk stadion. Semua diharuskan untuk memakai masker yang diperiksa suhu. Usai pemeriksaan suhu, mereka mencuci tangan dengan hand sanitizer dan kemudian menerima nomor antre untuk menjalani swab.

Bila negatif, mereka mendapat gelang berwarna dengan namanya dan bisa masuk stadion. Namun bila reaktif, mereka tidak diizinkan masuk.

“Kami menerapkan prokes secara ketat. Semua harus disiplin dan taat. Jangan sampai turnamen ini memunculkan klaster baru. Dengan penerapan seperti ini memang tidak ada klaster,” ucap dokter Alfan Nur Asyhar, Deputy Chief Medical Satgas Prokes Covid-19 Piala Menpora.

Gelang warna dililitkan ke tangan mereka yang dinyatakan negatif dari hasil swab. (Foto: istimewa)

Menurut dokter Alfan tidak ada toleransi alias zero tolerance kepada siapa pun. Dari petugas di depan stadion yang mengawasi siapa pun yang masuk sampai para menteri harus menjalani tes.

Mereka yang dinyatakan positif langsung tidak diizinkan masuk dan diminta melakukan karantina. Tak peduli sebelumnya mereka negatif dan sempat berada di dalam stadion.

Sikap tegas dari dokter tampan ini ternyata tak sia-sia. Piala Menpora 2021 berjalan lancar dan tidak ada klaster baru. Ini menjadi catatan penting PSSI yang ingin menggelar kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Piala Menpora yang menjadikan Persija Jakarta juara dengan mengalahkan Persib Bandung 2-0 dan 2-1 ini memang sebagai test case sekaligus ambang pintu bagi kompetisi. Bila tidak ada kendala, liga segera digulirkan kembali.

“Apresiasi layak diberikan kepada semua pihak. Tidak ada satu pun yang mengalami Covid-19. Tidak ada pula yang menjadi klaster. Terima kasih kami sampaikan atas dukungan dari pemerintah,” kata Iriawan.

Dengan bersikap zero tolerance, hasilnya memang zero case atau kasus nol. Menpora sangat terkesan dengan hasil tersebut. Kekhawatiran muncul kasus baru sama sekali tak terjadi.

“Saya pastikan zero kasus dengan adanya prokes untuk masuk stadion,” ujar Menpora.

Adanya zero kasus menjadi penanda bila PSSI telah lulus dari ujian berat. Ujian yang bisa menentukan jadi digelarnya atau tidak kompetisi.

Sebelumnya, kompetisi terpaksa dihentikan karena PT LIB tidak mendapat izin keramaian dari Polri. Saat itu, sisi kemanusiaan menjadi pertimbangan kepolisian sehingga izin tidak bisa keluar.

Kompetisi musim lalu yang baru menyelesaikan tiga pertandingan pun dihapuskan setelah beberapa kali mengalami penundaan. Kini, liga berancang-ancang digelar kembali usai Lebaran.

Prokes yang sama dipastikan kembali diterapkan saat liga digulirkan. Meski digelar tanpa penonton, namun ada wacana liga bisa disaksikan secara langsung di stadion. Artinya, liga bisa menghadirkan penonton.

“Sambil menunggu PSSI menyiapkan kompetisi, ada wacana kompetisi dengan penonton. Namun keputusan pertama liga digelar tanpa penonton. Wacana dengan penonton adalah alternatif yang masih dikaji. Termasuk berapa persen yang diizinkan masuk stadion,” kata Iriawan.

Sinyal bagus karena usai Lebaran, kompetisi domestik bakal bergulir kembali.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.