Kisah Degan dan Ajakan FK Metra Agar Masyarakat Tak Takut Disuntik Vaksin

Pertunjukan seni rakyat dan nonton bareng yang digelar Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kota Salatiga, secara virtual di ruang kali Taman Balai Kota Salatiga, untuk mengajak masyarakat agar tak takut disuntik vaksin. (Foto: Jatengprov.go.id)

 

HALO SALATIGA – Sebagai Ketua RW dan tokoh seni, Degan diminta lurahnya untuk ikut menyosialisasikan pentingnya vaksin Sinovac, untuk menekan penularan Covid-19 kepada warga.

Upaya Degan mengajak warga ternyata berhasil. Hampir semua warga mengikuti ajakannya untuk divaksin. Ketika semua sudah mendapat giliran, tibalah giliran Degan.

Anehnnya, dia justru berusaha menolak dengan berbagai alasan. Ternyata Degan takut dengan jarum suntik.

- Advertisement -

“Saya takut loh bu dokter. Seumur hidup, saya nggak pernah suntik. Saya itu kalau masuk angin, minum jamu sudah sembuh kok,” alasan Degan.

Lurah, dokter puskesmas dan istrinya, berusaha meyakinkan pria itu. Hingga akhirnya Degan, mau disuntik vaksin, meski harus dipegangi.

Cerita itu disampaikan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kota Salatiga, pada pertunjukan seni rakyat dan nonton bareng yang digelar secara virtual, dari ruang kali Taman Balai Kota Salatiga, Jumat (26/2).

Melalui cerita yang juga dirilis Jatengprov.go.id, Sabtu (27/2) tersebut, FK Metra Trisala berusaha mengajak masyarakat Salatiga, untuk tidak takut divaksin, demi untuk mencegah Covid-19. Apalagi vaksin Sinovac yang digunakan, sudah dipastikan aman dan halal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah melalui Kasi Sumberdaya Kehumasan dan Komunikasi Publik Dyah Widiastuti, mengatakan di masa pandemi, warga tidak hanya butuh informasi.

Mereka juga membutuhkan hiburan, agar tidak jenuh, sekaligus menekan potensi trauma. Karenanya melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi, sekaligus menghibur.

“Penampilan pertunjukan rakyat dan balutan hiburan nonton bareng ini, meski melalui daring, dapat menjadi sarana informasi dan refreshing bagi masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan, gerakan Jogo Tonggo yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, memiliki konsep yang serupa. Selain peduli dan gotong royong di bidang kesehatan, perekonomian, sosial, tentu saja harus ada hiburan sebagai bagian dari trauma healing.

“Pertunjukan rakyat dan nonton bareng adalah bagian dari memberikan hiburan sesuai konsep Jogo Tonggo, dan menyajikan informasi kepada masyarakat,” imbuh Dyah. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.